ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Aktivitas Terminal Cicaheum, Kota Bandung, kini nyaris berhenti setelah seluruh layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) resmi dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.
Kebijakan tersebut mengubah wajah terminal yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pusat transportasi darat di Kota Bandung.
Pantauan di Terminal Cicaheum, Jumat (10/7/2026), menunjukkan kawasan terminal yang sebelumnya dipadati bus dan penumpang kini tampak lengang. Sejumlah loket tidak lagi beroperasi, sementara aktivitas kendaraan antarkota praktis tidak terlihat.
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian masyarakat, pemindahan layanan ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh dan biaya perjalanan.
Penumpang yang sebelumnya dapat langsung mengakses Terminal Cicaheum kini harus menuju Terminal Leuwipanjang yang lokasinya lebih jauh.
Salah seorang penumpang, Ikah (60), mengaku harus mengeluarkan ongkos tambahan karena harus berganti angkutan untuk melanjutkan perjalanan.
“Sekarang harus ke Leuwipanjang dulu, jadi lebih capek dan keluar ongkos lagi. Dulu lebih dekat, sekarang waktunya juga lebih lama,” ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan para sopir bus. Uhen (58), sopir bus AKDP, mengatakan jumlah penumpang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, selain perubahan lokasi terminal, kenaikan biaya operasional turut memengaruhi kondisi usaha angkutan antarkota.
“Penumpang sekarang makin sepi. Ongkos operasional naik karena BBM, jadi banyak orang memilih transportasi lain,” katanya.
Pemindahan seluruh layanan bus AKAP dan AKDP ke Terminal Leuwipanjang merupakan bagian dari kebijakan penataan sistem transportasi di Kota Bandung.
Meski bertujuan meningkatkan efektivitas layanan transportasi, kebijakan tersebut masih menyisakan tantangan, terutama terkait kemudahan akses bagi penumpang serta keberlangsungan usaha para pelaku transportasi yang selama ini bergantung pada aktivitas di Terminal Cicaheum.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






