KORANMANDALA.COM – Terminal Cicaheum di Kota Bandung resmi menghentikan operasionalnya sebagai terminal bus reguler untuk layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sejak Jumat (26/6/2026). Seluruh layanan resmi dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.
Namun, berdasarkan pantauan Koran Mandala pada Minggu (28/6/2026) sore, aktivitas di Terminal Cicaheum masih terlihat. Sejumlah bus masih berada di area terminal dan beberapa penumpang masih melakukan keberangkatan dari lokasi tersebut.
Salah seorang penumpang tujuan Nusa Bali, Rara (32), mengaku tetap berangkat dari Terminal Cicaheum karena titik keberangkatan yang tertera pada tiket yang dibelinya secara daring masih berada di terminal tersebut.
”Saya pesan tiket online dan alamatnya di Terminal Cicaheum. Saya kurang tahu masalah tutupnya, karena sesuai tiket masih di Terminal Cicaheum,” ujar Rara Saat ditemui di terminal Minggu (28/6/2026)
Sementara itu, seorang warga yang berada di kawasan terminal berinisial (A) menduga aktivitas bus masih berlangsung di Cicaheum karena Terminal Leuwipanjang sedang padat.
“Setahu saya katanya penuh di Terminal Leuwipanjang, makanya sebagian masih ada yang di sini,” katanya singkat
Di tengah penutupan tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bandung turut mengenang perjalanan panjang Terminal Cicaheum melalui sebuah video kreatif berjudul “Cicaheum Pensiun” yang diunggah di akun Instagram @bdg.dishub.
Video itu dibuat menyerupai adegan dalam serial televisi Preman Pensiun yang selama bertahun-tahun identik dengan Terminal Cicaheum sebagai salah satu lokasi syutingnya.
Scene dibuka dengan teriakan tiga orang calo bus yang memanggil penumpang di depan bus-bus yang terparkir.
Adegan kemudian berpindah ke atas jembatan terminal, tempat yang mengingatkan penonton pada karakter Kang Mus yang biasa mengawasi aktivitas anak buahnya.
Dalam video tersebut, tiga petugas Dishub berdiri di atas jembatan sambil memandang ke area terminal.
Salah seorang petugas kemudian menyampaikan narasi penuh makna.
“Ada yang datang, ada juga yang harus pergi. Puluhan tahun terminal ini berdiri menjadi saksi perjalanan ribuan orang. Tempat ini merupakan tempat pertemuan, perpisahan, dan juga perjuangan.”
Adegan berlanjut ke area parkir bus dengan narasi yang menggambarkan Terminal Cicaheum bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang.
“Terminal Cicaheum bukan hanya menaikkan dan menurunkan penumpang saja, tapi juga menjadi ruang cerita kehidupan wargi Bandung.”
Di penghujung video, Dishub menyampaikan pesan perpisahan untuk terminal yang telah puluhan tahun melayani masyarakat.
“Di sini banyak cerita dimulai. Ada yang berangkat untuk mencari nafkah, ada yang pulang membawa rindu. Bahkan ada yang sekadar singgah lalu pergi membawa kenangan.”
”Kini Terminal Cicaheum memasuki masa purna tugasnya, mengakhiri perjalanan panjang yang telah menemani Kota Bandung selama bertahun-tahun. Ini bukan akhir sebuah cerita, melainkan awal dari babak baru. Terima kasih Terminal Cicaheum atas pengabdiannya untuk masyarakat Kota Bandung. Ini pertemuan terakhir.” Tegas salah satu petugas dishub
