ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Komisi V DPRD Jawa Barat meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar segera mempercepat proses pencairan anggaran hibah tahun 2026 bagi organisasi olahraga. Desakan itu muncul setelah Komisi V menggelar rapat internal bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), serta Dispora Jabar.
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah, mengatakan ketiga organisasi tersebut meminta penguatan dari DPRD lantaran pencairan anggaran yang sebelumnya telah disetujui Gubernur Jawa Barat hingga kini belum juga terealisasi.
“Mereka semua sebetulnya minta penguatan dari Komisi V terkait masalah anggaran. Anggaran untuk 2026 yang hingga saat tadi itu merasa bahwa proses untuk pencairan anggaran yang telah disetujui oleh Pak Gubernur dirasa prosesnya mandek, masih jauh ke tahap pencairan,” Ujar Maulana, saat dihubungi Rabu (24/6/2026)
ADVERTISEMENT
Menurutnya, keterlambatan pencairan anggaran berpotensi mengganggu berbagai agenda besar yang telah disiapkan organisasi olahraga. Salah satunya KONI yang dalam waktu dekat akan menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Kenapa mereka minta penguatan ke Komisi V, karena mereka dihadapkan dengan event-event besar. Seperti KONI karena sebentar lagi mereka akan mengadakan Porprov. Adapun baik KORMI maupun NPCI karena mereka tentu ada kerja-kerja organisasi,” katanya.
Maulana menilai belum ada kepastian dari Dispora Jabar mengenai kapan anggaran tersebut dapat dicairkan. Padahal, kegiatan organisasi tetap harus berjalan meski belum mendapat dukungan dana dari pemerintah.
“Belum terlihat sebetulnya jawaban dari Dispora sendiri apakah akan secepatnya dicairkan. Yang pasti kegiatan-kegiatan organisasi tersebut terus berjalan tanpa adanya bantuan keuangan dari pemerintah yang sudah seharusnya, terutama untuk KONI yang sebentar lagi akan melakukan Porprov,” ucapnya.
Ia mengingatkan Dispora agar tidak mengulangi persoalan serupa yang berdampak pada buruknya persiapan kegiatan. Menurutnya, pencairan anggaran yang dilakukan mendadak hanya akan membuat pelaksanaan program menjadi tidak optimal.
“Saya tadi ngingetin ke Dispora bahwa Pak Kadis jangan sampai kejadian seperti yang sudah-sudah. Saya enggak mau kejadian Porprov nanti acak-acakan karena apa? Karena dadakan. Cair anggarannya dadakan, persiapan dadakan, banyak yang tidak sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.
Maulana berharap Dispora segera menuntaskan proses administrasi agar pencairan anggaran dapat dilakukan tepat waktu sehingga organisasi olahraga memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan berbagai agenda yang telah dijadwalkan.
“Jangan sampai nanti yang seharusnya bertanggung jawab, pada akhirnya malah menyalahkan orang lain,” pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






