ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-74, 75, dan 76 di Gedung Olahraga PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan II, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 97 peserta dari jenjang wartawan muda, madya, dan utama.
UKW merupakan salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan, profesionalisme, serta pemahaman wartawan terhadap tugas jurnalistik. Selain dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, wartawan juga harus memahami aspek etika, hukum pers, teknik penulisan, hingga proses penyajian berita yang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PWI Jawa Barat, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para penguji, serta peserta UKW.
ADVERTISEMENT
PWI Pusat Cabut Pembekuan PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat Kembali Pimpin
Dalam salah satu sesi mata uji wawancara terencana, peserta mendapatkan pemaparan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Yayan Ahmad Briliyana, yang menjelaskan berbagai program pemerintah dalam upaya menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
Menurut Yayan, tingginya jumlah penduduk usia kerja menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung terus menjalankan berbagai program untuk memperluas kesempatan kerja.
“Besarnya jumlah usia kerja di Kota Bandung menjadi tantangan bagi kami. Untuk mengurangi angka pengangguran, kami melaksanakan berbagai program, salah satunya melalui penyelenggaraan job fair,” ujar Yayan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan job fair bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Melalui job fair, kami membuka akses informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus mempertemukan mereka dengan para pelaku usaha yang membutuhkan tenaga kerja,” katanya.
Selain program dalam negeri, Dinas Tenaga Kerja juga membuka peluang kerja melalui program magang ke Jepang yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan anggaran sekitar Rp7,5 miliar untuk mendukung program magang ke Jepang. Selain itu, peserta juga dapat memperoleh bantuan perorangan sebesar Rp10 juta untuk memenuhi kebutuhan biaya yang masih kurang. Untuk pembiayaannya, kami juga telah bekerja sama dengan sejumlah perbankan, termasuk Bank BJB,” jelas Yayan.
Empat Program Prioritas PWI Jawa Barat
Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki empat program utama dalam mendukung peningkatan kualitas wartawan dan perusahaan pers.
Program pertama adalah bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kompetensi anggota PWI dan wartawan secara umum. Kedua, bidang hukum dan advokasi yang memberikan pendampingan kepada wartawan yang menghadapi persoalan terkait aktivitas jurnalistiknya.
Program ketiga adalah kemitraan yang berfokus pada penguatan hubungan antara wartawan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah maupun organisasi lainnya. Sedangkan program keempat adalah bidang bisnis yang diarahkan untuk mengembangkan koperasi wartawan serta memperkuat perusahaan pers agar dapat tumbuh secara sehat dan profesional.
Dalam kesempatan tersebut, Tantan juga menyoroti stigma yang kerap muncul terkait istilah “wartawan bodrek”. Menurutnya, yang terpenting adalah seorang wartawan menjalankan tugasnya sesuai Kode Etik Jurnalistik.
“Saya tidak mengenal istilah wartawan bodrek atau sebutan lainnya. Selama seorang jurnalis menaati Kode Etik Jurnalistik dan berperilaku baik, maka ia menjalankan profesinya secara benar,” tegas Tantan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






