KORANMANDALA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjenguk korban perempuan yang diduga mengalami penyekapan oleh pacarnya selama tiga tahun dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin 22/6/2026.
Usai menjenguk korban, Dedi mengaku tidak tega melihat langsung kondisi korban. Ia menyebut komunikasi lebih banyak dilakukan oleh tenaga medis, sementara dirinya hanya mendengarkan penjelasan karena merasa sedih melihat kondisi yang dialami korban.
” Walaupun jujur saja, lihatnya pun nggak berani, nggak tega lah,” Ibu DokSis yang komunikasi, Saya dengerin.” kata Dedi Senin (22/6/2026)
Menurut Dedi, fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini adalah memastikan seluruh proses pengobatan korban berjalan dengan baik serta memberikan dukungan kepada keluarga selama mendampingi korban di rumah sakit.
“Kalau urusan penyelesaian pengobatan, kan tanggung jawabnya dokter. Tadi kan ngomong biaya. Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai.” Ujarnya
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung secara pribadi hingga tuntas sehingga keluarga tidak perlu memikirkan persoalan biaya maupun mencari bantuan dari pihak lain.
“Jadi nggak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana.
Saya tanggung. Jadi nggak usah sibuk lagi keluarganya.” Katanya
Selain biaya perawatan, Dedi mengatakan pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada keluarga korban agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi selama fokus merawat korban.
“Keluarganya juga oleh saya tadi dibekelin. Selama nungguin anaknya, dia tidak lagi pusing ngurus rumah dan kebutuhan di rumahnya,” katanya.
Dedi juga mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dan saat bepergian.
” Dan yang paling utama saya mengingatkan kepada seluruh kaum perempuan yang ada di Jawa Barat dan di Indonesia. Sekarang itu kan peristiwa seperti ini pasti banyak terjadi. Hati-hati, waspada. Pergi dengan laki-laki agar ditemani keluarganya. Sudah, titik. Itu penting.” Ujarnya
Terkait proses hukum, Dedi mengaku telah berkomunikasi dengan jajaran kepolisian dan optimistis pelaku tidak akan lama lagi dapat ditangkap.
“Sudah kami komunikasi dengan jajaran Polda. Saya yakin tidak akan lama lagi pelakunya tertangkap,” ujarnya.
Dedi juga meminta masyarakat tidak lagi membuka donasi untuk membantu biaya pengobatan korban karena seluruh kebutuhan perawatan telah dijamin.
“Nggak usah perlu ada open donasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap warganya,” Pungkasnya
