KORANMANDALA.COM – Persoalan sampah di kawasan Ciwastra terus memicu reaksi warga di media sosial. Setelah kritik keras terhadap pemerintah mencuat, sejumlah warganet turut menyampaikan keluhan terkait pengangkutan sampah yang dinilai tidak berjalan optimal hingga kondisi TPS yang disebut sering penuh.
Turunnya Gubernur Jawa Barat ke kawasan Ciwastra untuk menangani persoalan sampah memantik sorotan tajam terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung.
Sorotan itu turut datang dari Ketua Harian DPD KNPI Kota Bandung, Dian Ciptadi. Melalui kolom komentar media sosial pada unggahan akun Info Ciwastra, Dian menyampaikan kritik keras terhadap jajaran birokrasi kota hingga aparatur kewilayahan terkait penanganan sampah yang dinilai tidak optimal.
Dalam komentarnya, Dian menyinggung akun pemerintah wilayah dengan nada satire.
“@rancasari_juara @bdg.kecamatan.buahbatu @humas bandung teu arisin kitu,” tulisnya. dikutip Kamis (28/5/2026)
Ia kemudian melontarkan kritik lanjutan yang lebih tajam. Menurut Dian, penumpukan sampah di Ciwastra mencerminkan lemahnya koordinasi dan respons pemerintah terhadap persoalan warga.
“Walikota, kadis, camat, lurah geus teu sanggup ngurus Ciwastra… mari kibarkan bendera putih depan kantor-kantor pemerintahan,” tulis Dian.
Pernyataan tersebut langsung ramai diperbincangkan warganet. Banyak warga menilai sindiran itu mewakili kekecewaan masyarakat terhadap persoalan sampah yang terus berulang di kawasan Bandung timur.
Turunnya gubernur secara langsung juga dianggap memperlihatkan bahwa persoalan di lapangan tidak lagi cukup diselesaikan lewat koordinasi administratif. Di tengah keluhan warga soal penumpukan sampah, publik justru menyaksikan kepala daerah provinsi turun tangan menangani persoalan yang seharusnya dapat dituntaskan pemerintah kota.
Warga menyebut kondisi sampah di Ciwastra bukan persoalan baru. Penumpukan disebut kerap terjadi saat proses pengangkutan tersendat dan pengelolaan lingkungan tidak berjalan maksimal.
Salah satu komentar datang dari akun @tinaeryu yang mengaku aparatur wilayah sebenarnya sudah turun langsung ke lokasi. Namun, menurutnya, persoalan sampah tetap belum terselesaikan karena pengangkutan dinilai masih jarang dilakukan.
“Walkot sareng Bu Camat TOS kadieu, tp sampahna teu seep-seep kumaha atuh, warga sekitar mah TOS diwanti-wanti kedah dipilah, diangkutna jarang… Ari tiluar dongkap wae… kumaha atuh… kesadaran bersama atuh kedahna mah…. hapunten ah kasadayana… hayu kita sehat dan indah bersama,” tulisnya.
Komentar lain disampaikan akun @andiantoroyogi yang menilai persoalan sampah semakin sering terjadi belakangan ini. Ia mengaku kerap melihat penumpukan sampah di kawasan perumahan dengan alasan tempat pembuangan sementara penuh.
“Nggak tau knp atau emang dah dr dulu… Saya ngerasa semenjak dipimpin Farhan urusan sampah ini kayak jalan buntu.. sering banget di perumahan sampah numpuk alasan TPS penuh,” tulisnya.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Bandung terkait kritik yang disampaikan berbagai pihak mengenai penanganan sampah di kawasan Ciwastra.
