ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Perayaan gelar juara Persib Bandung yang dipadati ribuan Bobotoh di berbagai ruas jalan Kota Bandung berubah menjadi sorotan serius.
Di balik gegap gempita konvoi kemenangan, terdapat konsekuensi tragis yang tak bisa diabaikan pemerintah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa hingga Senin, 25 Mei 2026, tercatat dua orang meninggal dunia selama momentum perayaan juara Persib berlangsung. Korban disebut meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman keras.
ADVERTISEMENT
Euforia Persib Membludak, DLH Temukan Tumpukan Botol dan Bekas Flare di Bandung
“Semalam itu ditemukan korban lagi wafat yang kedua, kecelakaan lalu lintas karena minuman keras,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (25/5/2026).
Pernyataan tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah di tengah euforia kemenangan Persib yang sebelumnya dipenuhi konvoi kendaraan, pesta jalanan, hingga kerumunan massa di sejumlah titik Kota Bandung.
Farhan mengaku selama dua hari memantau langsung jalannya perayaan juara Persib, pihaknya menemukan indikasi kuat maraknya konsumsi minuman keras di ruang publik. Salah satu temuan paling mencolok adalah banyaknya sampah botol minuman keras yang berserakan di sejumlah lokasi.
“Jadi kami menemukan sampah botol minuman keras itu dua malam ini. Totalnya sampai satu mobil pick up,” ungkapnya.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai lemahnya pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal di Kota Bandung, khususnya saat momentum yang melibatkan konsentrasi massa besar seperti perayaan sepak bola.
Di satu sisi, konvoi juara menjadi bentuk ekspresi kebanggaan Bobotoh atas pencapaian Persib. Namun di sisi lain, insiden korban jiwa dan dugaan maraknya konsumsi miras menyoroti persoalan klasik: sejauh mana pemerintah mampu mengantisipasi risiko keamanan dalam perayaan massal?
Menanggapi kondisi itu, Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan bakal menggandeng aparat kepolisian untuk menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran minuman keras ilegal yang dinilai menjadi salah satu pemicu gangguan ketertiban hingga kecelakaan fatal.
“Saya akan bekerja sama dengan polisi razia miras karena dampaknya begitu dahsyat. Kita sikat yang ilegal semuanya,” tegasnya.
Meski demikian, publik juga menanti langkah konkret pemerintah, bukan sekadar respons pascakejadian. Evaluasi pengamanan konvoi, pengawasan penjualan miras, hingga mitigasi risiko dalam perayaan besar dipandang menjadi pekerjaan rumah yang mendesak agar tragedi serupa tak kembali terulang di masa mendatang.
Di tengah sukacita Persib mengukir sejarah, dua nyawa melayang menjadi pengingat bahwa euforia tanpa kontrol bisa berujung petaka. Kemenangan yang semestinya dirayakan penuh kebanggaan, justru menyisakan luka bagi keluarga korban.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






