KORANMANDALA.COM – Kenaikan harga daging sapi di Kota Bandung mulai berdampak pada pelaku usaha kuliner berbahan dasar daging, termasuk pedagang bakso. Meski demikian, sebagian pedagang memilih mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak berkurang.
Salah satu pedagang bakso di kawasan Taman Sari, Sugir (63), mengaku sempat merasakan dampak kenaikan harga daging sapi saat sejumlah pedagang daging di pasar tradisional melakukan aksi mogok beberapa waktu lalu.
“Memang kemarin Pedagang daging sapai sempat mogok berjualan sekitar dua hari. Dampaknya ke pedagang juga terasa.” ujar Sugir saat ditemui di lapak dagangannya Jumat (22/5/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang berharap harga daging dapat kembali stabil agar aktivitas usaha tetap berjalan dan daya beli masyarakat tidak menurun.
“Kemarin harapannya harga bisa distabilkan lagi. Jadi pedagang tidak terlalu terdampak dan pembeli juga tetap ada,” katanya.
Sugir mengatakan saat aksi mogok berlangsung, harga daging sapi di pasaran sempat naik hingga kisaran Rp160 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut diperkirakan naik sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dibandingkan harga sebelumnya.
“Memang betul ada kenaikan pada daging Sapi. Ada yang jual Rp160 ribu, ada juga Rp170 ribu per kilo, jadi memang tidak sama setiap pedagang,” ujarnya.
Saat pasokan daging terganggu, Sugir mengaku menyiasati kondisi tersebut dengan memanfaatkan stok bahan baku yang masih tersisa.
“Kalau kemarin saya pakai stok bahan bakso yang masih ada, ditambah sedikit-sedikit. Memanfaatkan yang tersedia saja,” katanya.
Meski biaya bahan baku sempat meningkat, ia memilih belum menaikkan harga menu yang dijualnya. Saat ini harga mie ayam bakso masih dipatok Rp18 ribu, sedangkan bakso biasa Rp15 ribu per porsi.
“Masih stabil, belum naik. Biasanya kalau naik juga paling setahun sekali,” ucapnya.
Kenaikan harga daging sapi ini terjadi di tengah aksi mogok sejumlah pedagang daging di beberapa pasar tradisional Kota Bandung yang memprotes kenaikan harga dari rumah potong hewan (RPH), sehingga harga daging di pasaran sempat menembus Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.
