KORANMANDALA.COM – Tim Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis sukses keluar sebagai juara pertama pada lomba paduan suara Puspa Swara Wanoja Sunda yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).
Kompetisi yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ini menjadi ajang unjuk kemampuan terbaik organisasi perempuan se-Jawa Barat. Pada putaran final, sebanyak 10 tim terbaik bertanding setelah lolos dari babak penyisihan yang digelar di lima wilayah, yakni Bogor, Purwakarta, Cirebon, Garut, dan Bandung.
Sebanyak 63 tim dari empat organisasi perempuan tingkat kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka berasal dari unsur TP PKK, PGRI, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), dan Bhayangkari.
WFH Efektif Tekan Anggaran? Pemkot Bandung Kaji Penghematan di Tengah Tekanan Ekonomi
PGRI Ciamis Raih Juara Pertama
Tim PGRI Kabupaten Ciamis berhasil memikat dewan juri dan ditetapkan sebagai Juara I. Atas prestasi tersebut, mereka berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta, piala, dan piagam penghargaan.
Posisi Juara II diraih PGRI Kabupaten Purwakarta, sedangkan Juara III jatuh kepada TP PKK Kabupaten Pangandaran. Masing-masing memperoleh hadiah sebesar Rp35 juta dan Rp25 juta.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih TP PKK Kabupaten Cianjur sebagai Juara Harapan I, PGRI Kota Bandung sebagai Juara Harapan II, dan PGRI Kabupaten Bandung sebagai Juara Harapan III.
Menariknya, seluruh finalis mendapat tambahan bonus pribadi dari Dedi Mulyadi sebesar Rp20 juta per tim.
“Karena teriaknya kencang, saya tambah masing-masing tim menjadi Rp20 juta. Silakan masing-masing ketua tim mengirimkan nomor rekening untuk saya transfer,” ujar Dedi saat menutup acara.
Dedi: Seni dan Kepemimpinan Berjalan Beriringan
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa lomba paduan suara ini lahir dari kecintaannya terhadap seni dan budaya. Ia secara khusus meminta Ketua TP PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, untuk menyelenggarakan perlombaan bagi organisasi perempuan.
Menurutnya, seni memiliki hubungan erat dengan cara dirinya memimpin Jawa Barat, yakni mengutamakan suara hati dalam mengambil keputusan.
“Saya sangat mencintai kejujuran. Kepemimpinan yang jujur senantiasa mendengarkan suara hati ketimbang terpaku pada anggaran. Seni berkaitan erat dengan suara hati. Di sinilah bertemu antara seni dengan kepemimpinan yang berpihak kepada kebutuhan rakyat,” kata Dedi.
Penilaian Murni oleh Juri Independen
Ketua TP PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa penentuan pemenang dilakukan sepenuhnya oleh tim juri independen yang berasal dari akademisi, praktisi seni pertunjukan, dan musisi, termasuk dosen Program Seni Musik UPI.
Ia memastikan tidak ada intervensi dari pihak penyelenggara maupun organisasi peserta.
“Pemenang ditetapkan oleh tim juri secara independen. Kami di PKK maupun organisasi perempuan yang berpartisipasi pada lomba ini tidak ikut campur,” tegas Siska.
Siska juga mengaku kagum dengan kualitas penampilan seluruh peserta yang dinilainya sangat baik.
“Saraé sadaya pokona mah. Untung saya tidak jadi juri. Bakal bingung kalau jadi juri. Semuanya bagus. Mungkin nilainya sama: sebelas dua belas,” ujarnya berseloroh.
Kerja Keras Guru-Guru Ciamis Berbuah Manis
Di balik kemenangan PGRI Kabupaten Ciamis, tersimpan perjuangan panjang para anggota tim yang berasal dari sekolah berbeda. Mereka harus menyatukan waktu latihan di tengah kesibukan mengajar.
Dirigen tim PGRI Kabupaten Ciamis, Tri Putri Asrini, mengaku bangga dan terharu atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah ini menjadi jawaban atas kerja keras kami selama ini. Kami berlatih setiap hari setiap pulang ngajar. Hampir setiap hari pulang malam,” ungkap guru Seni Budaya SMA Negeri 2 Ciamis itu.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kekompakan para pendidik di Ciamis mampu membuahkan hasil manis di tingkat Provinsi Jawa Barat.
