KORANMANDALA.COM – Program “Sekolah Maung” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, kalangan akademisi mengingatkan agar program tersebut tidak memunculkan kesenjangan baru dalam dunia pendidikan.
Guru Besar UPI sekaligus pengamat pendidikan, Cecep Darmawan mengatakan, risiko utama yang harus diantisipasi dari program sekolah unggulan adalah munculnya “kastanisasi” pendidikan yang memicu eksklusivitas.
“Jangan sampai Sekolah Maung justru menciptakan disparitas baru yang menghambat kemajuan pendidikan di Jawa Barat,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, Sekolah Maung harus tetap mengedepankan prinsip inklusivitas dengan membuka akses bagi siswa berpotensi dari keluarga kurang mampu serta memastikan keterwakilan peserta didik dari seluruh wilayah Jawa Barat.
“Keunggulan sekolah harus tetap inklusif agar kualitas pendidikan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat,” katanya.
Cecep Darmawan juga menyoroti masih rendahnya rata-rata lama sekolah di Jawa Barat. Berdasarkan data BPS tahun 2025, rata-rata lama sekolah masyarakat Jawa Barat baru mencapai 9,14 tahun atau setara jenjang SMP.
Karena itu, ia menilai Sekolah Maung tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari realitas pendidikan dasar masyarakat.
“Program ini harus menjadi pusat keunggulan yang mampu mentransfer praktik baik ke sekolah lain sehingga memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan Sekolah Maung juga perlu disinergikan dengan program pendidikan lain seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di sektor pendidikan Jawa Barat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, berencana membangun program Sekolah Maung mulai tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu gagasan pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sekolah Maung merupakan singkatan dari “Manusia Unggul” (Maung). Program ini dirancang sebagai sekolah yang berfokus pada pengembangan potensi dan prestasi peserta didik.
“Tahun ini kita bikin Sekolah Maung, ya. Sekolah Maung, Manusia Unggul.” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya yang dikutip Kamis (7/5/2026).
