ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Flyover Nurtanio, Kota Bandung, kini memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Proses ini menjadi langkah awal penting sebelum pembangunan fisik dapat direalisasikan.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @bdg.cicendo pada Selasa (5/5/2026). Dalam keterangannya, disebutkan bahwa tahap DED bertujuan memastikan perencanaan teknis jembatan berjalan matang, mulai dari aspek keamanan hingga kenyamanan pengguna.
Penyusunan DED mencakup berbagai perhitungan teknis, seperti kekuatan struktur jembatan agar memenuhi standar keselamatan. Selain itu, desain juga diarahkan agar ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, serta mampu meningkatkan kenyamanan mobilitas pejalan kaki tanpa mengganggu arus lalu lintas di bawahnya.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kurnia, berharap proses perencanaan ini dapat berjalan optimal dengan dukungan konsultan terkait. Ia menekankan pentingnya identifikasi kendala sejak awal agar pelaksanaan di lapangan tidak mengalami hambatan berarti.
“Jadi tolong disimak, disampaikan apa yang akan menjadi kendala dan waktu pelaksanaannya. Mudah-mudahan semua bisa dicover oleh konsultan. Biar tidak terlalu lama, kita bergerak menuju ke lapangan,” ujarnya dikutip melalui laman instagram Rabu (6/5/2026)
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa usulan pembangunan JPO ini merupakan aspirasi warga. Masyarakat menginginkan adanya akses penyeberangan yang lebih aman, khususnya untuk melintasi jalur kereta api di sekitar Flyover Nurtanio.
“Alhamdulillah, ada beberapa masukan dari warga. Mereka mengusulkan agar dibangun jembatan penyeberangan. Itu akan kami pertimbangkan,” ujar farhan Senin (5/1/2026)
Menurutnya, JPO harus dibangun dengan ketinggian yang cukup ekstrem karena perlu sejajar dengan flyover agar dapat melintasi jalur kereta api secara aman. Kondisi ini menuntut perencanaan yang matang dari sisi desain maupun konstruksi.
“Persoalannya, ketinggiannya sangat tinggi karena harus sejajar dengan flyover. JPO-nya harus benar-benar bisa menyeberangi jalur kereta api,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






