KORANMANDALA.COM –Sebuah video yang diunggah akun TikTok athar_travel memperlihatkan kondisi mobil usaha travel yang rusak akibat aksi anarkis di kawasan Jalan Cikapayang, Kota Bandung, pada Jumat (1/5/2026).
Tampak kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian kaca hingga bodi setelah diduga menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok orang tak dikenal saat kericuhan berlangsung.
Dalam video tersebut, pemilik akun mempertanyakan motif pelaku yang merusak kendaraannya, padahal mobil tersebut merupakan kendaraan operasional usaha yang digunakan untuk mengangkut penumpang.
Persib vs PSIM: Suporter Tamu Dilarang Hadir di GBLA, Ini Alasannya
“Ini kendaraan yang tadi di Cikapayang dilempar atau dipukul kacanya dan dipilok bodinya oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maksud dan tujuan anda apa? Kenapa harus mobil saya?” ujarnya, dikutip Minggu (3/5/2026).
Pemilik mengatakan bahwa saat kejadian, mobil berpelat nomor D 7035 LB itu tengah membawa penumpang, termasuk turis asing asal Malaysia. Ia menyebut kondisi tersebut membuat penumpang kaget dan ketakutan.
“Di dalamnya ada beberapa tamu tadi. Sampai tamunya kaget dan takut. Kebetulan yang dibawa juga tamunya tamu mancanegara, orang Malaysia,” katanya.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Berdasarkan keterangan dalam video, kaca kendaraan pecah hingga terlepas, kaca samping copot, serta bagian spion mengalami kerusakan dan penutupnya hilang.
Melalui unggahan tersebut, pemilik akun meminta perhatian publik sekaligus mempertanyakan keamanan bagi pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata. Ia menilai tindakan perusakan tersebut merugikan upaya pelaku usaha dalam mendukung citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata.
“Kita pelaku usaha, kita pelaku pariwisata untuk mengangkat Kota Bandung tapi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di kota sendiri malah dirusak kendaraannya,” ujarnya.
Laporan ini menambah daftar dampak kerusakan akibat aksi anarkis yang terjadi di kawasan simpang Cikapayang-Tamansari usai peringatan May Day pada Jumat (1/5/2026). Sebelumnya, sejumlah fasilitas seperti pos polisi, videotron, hingga kios dagang dilaporkan hangus usai dibakar oleh sekelompok orang pada aksi tersebut.
Pihak kepolisian sejauh ini telah menetapkan 6 tersangka pelaku pengrusakan, dan terus melakukan pengembangan penyidikan atas rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi.
