Daerah

Pernikahan Sederhana, Fondasi Awal Keluarga Berkualitas di Jawa Barat

KORANMANDALA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong budaya pernikahan yang sederhana, bermakna, dan berorientasi pada kesiapan membangun keluarga. Upaya tersebut tercermin dalam pelaksanaan akad nikah pasangan Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri yang berlangsung khidmat di KUA Baleendah, Kabupaten Bandung.

Dalam prosesi tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir sebagai saksi. Kehadiran kepala daerah bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, dr. Siska Gerfianti, menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam membangun budaya pernikahan yang lebih substansial di tengah masyarakat.

Pernikahan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 55/PMD.03.04/KESRA Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perkawinan dan Khitanan Sederhana. Kebijakan tersebut mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kesederhanaan serta kesiapan berkeluarga dalam setiap penyelenggaraan pernikahan.

ADVERTISEMENT

Persib vs PSIM: Suporter Tamu Dilarang Hadir di GBLA, Ini Alasannya

Dalam edaran tersebut ditegaskan, praktik pesta pernikahan yang berlebihan berpotensi menimbulkan beban ekonomi, memicu utang, hingga berdampak pada ketahanan rumah tangga di masa mendatang.

Momentum akad nikah ini menegaskan sejumlah pesan penting kepada masyarakat. Pertama, pernikahan dapat dilaksanakan secara sederhana namun tetap sakral dan penuh makna. Kedua, kesiapan mental, kesehatan, dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga. Ketiga, kesederhanaan menjadi langkah awal menuju keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Pemprov Jabar melalui berbagai program pembangunan keluarga juga terus mengedukasi masyarakat agar menjadikan pernikahan sebagai titik awal kehidupan yang stabil, bukan sumber tekanan finansial.

Selain itu, calon pasangan suami istri diimbau untuk mengikuti program sekolah pranikah, melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, serta merencanakan kehidupan rumah tangga secara matang. Langkah ini dinilai penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui contoh konkret tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang mengadopsi pola pikir baru dalam menyelenggarakan pernikahan—lebih sederhana, lebih bijak, dan lebih berorientasi pada masa depan keluarga.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

1 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

2 jam ago

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

13 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

13 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

14 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

15 jam ago