KORANMANDALA.COM –Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi panggung prestasi bagi SMP Negeri 1 Garut. Sekolah tersebut sukses meraih juara umum dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Garut dan berhak melaju ke tingkat provinsi.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
10 Tuntutan KSPSI pada May Day 2026: Serukan Keadilan bagi Buruh di Garut
Dalam peringatan yang digelar Sabtu (2/5/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan apresiasi kepada guru, sekolah, dan siswa berprestasi. Ia bahkan menyerahkan langsung penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
Kepala SMPN 1 Garut sekaligus Ketua MKKS , R Yusup Satria Gautama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah acara berlangsung sukses dan meriah. Pak Bupati juga memberikan sambutan sekaligus reward kepada siswa-siswi berprestasi, baik di FLS2N maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Dalam ajang FLS2N, SMPN 1 Garut mengikuti delapan cabang lomba dan berhasil meraih hasil maksimal.
“Dari delapan lomba, alhamdulillah kami meraih tiga medali emas dan berhak mewakili Kabupaten Garut ke tingkat provinsi,” kata Yusup.
Tiga cabang unggulan yang menyumbang emas tersebut antara lain ansambel musik, pantomim, dan solo vokal. Prestasi ini sekaligus mengantarkan SMPN 1 Garut menjadi juara umum.
Yusup menegaskan, capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras berbagai pihak, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua.
“Prestasi ini tidak instan. Ada proses panjang, kedisiplinan siswa, serta dukungan dari guru dan orang tua. Alhamdulillah di akhir bisa menjadi juara umum,” jelasnya.
Ia juga menilai, secara umum kualitas pendidikan tingkat SMP di Garut menunjukkan peningkatan signifikan. Hal itu terlihat dari capaian di berbagai ajang, termasuk FLS2N dan kegiatan lain hingga tingkat nasional.
Meski telah meraih juara umum, pihak sekolah mengaku belum puas. Fokus kini diarahkan pada persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Sebagai juara umum, kami belum merasa cukup. Tantangan berikutnya adalah menyiapkan siswa agar lebih siap di tingkat provinsi,” tegas Yusup.
Ia menambahkan, penghargaan berupa uang pembinaan sepenuhnya menjadi hak siswa. Pihak sekolah, kata dia, hanya merasakan kebahagiaan melihat anak didiknya berprestasi.
“Kami sebagai orang tua di sekolah tentu bangga. Itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,” pungkasnya.
