ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Melambungnya harga plastik beberapa waktu terakhir membuat banyak pedagang memutar otak untuk menekan biaya operasional, terutama bagi usaha makanan skala kecil yang bergantung pada kemasan plastik sekali pakai. Menyikapi ini, sebagian pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga produknya.
Namun, langkah berbeda diambil pedagang makanan, Riki (47), di kawasan Antapani, Kota Bandung. Ia mengatakan pihaknya meninggalkan penggunaan kantong plastik dan beralih ke kantong kain. Hal ini bahkan sudah diterapkan jauh sebelum melambungnya harga plastik di pasaran.
Menurut Riki, langkah tersebut tidak semata dipicu kenaikan harga plastik, melainkan dorongan untuk mengurangi sampah.
ADVERTISEMENT
“(Kebijakan) ini dari sebelum puasa, jadi memang dari sebelum harga plastik melambung udah mulai mengurangi menggunakan kantong plastik, biar gak banyak sampah,” tutur Riki saat ditemui, Minggu (19/4/2026).
Sebagai gantinya, Riki membagikan kantong kain gratis kepada para pelanggannya. Menurutnya, sebagian besar pelanggan merupakan pembeli tetap sehingga penggunaan kantong kain dinilai efektif. Selain lebih awet, cara ini juga dinilai lebih hemat dalam jangka panjang.
Respons konsumen terhadap langkah tersebut juga dinilai positif. Riki menyebut pelanggan dapat menerima perubahan ini tanpa kendala berarti. Bahkan, sejumlah konsumen kini mulai terbiasa membawa kantong sendiri saat berbelanja.
“Konsumen juga udah pada sadar, bawa kantong sendiri,” ujarnya.
Di lapaknya, Riki menjual berbagai makanan seperti nasi, kue, dan camilan dengan harga serba Rp10 ribu per kotak. Ia menilai, pengurangan penggunaan plastik ikut membantu menjaga stabilitas harga bagi konsumen.
“Di tempat lain yang jual semacam ini kebanyakan udah pada naik jadi Rp12 ribu karena plastik mahal, tapi di kita tetap Rp10 ribu,” ia menambahkan.
Selain kantong kain, Riki juga memanfaatkan bahan lain sebagai pengganti plastik, seperti daun dan kertas untuk membungkus makanan. Riki menyebut penggunaan daun juga sudah dilakukan sejak sebelum Ramadan sebagai bagian dari perubahan bertahap dari kemasan plastik ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
Ia memastikan, jika di kemudian harga plastik kembali stabil, pihaknya tidak akan kembali menggunakan bahan tersebut dan akan tetap mempertahankan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Tetep aja seperti ini, kalau bisa jangan menggunakan plastik lagi,” sebutnya.
Sejauh ini, Riki menyebut kebijakan tanpa kantong plastik tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia berharap langkah sederhana ini dapat berkontribusi dalam mengurangi sampah, sekaligus mendorong kebiasaan belanja yang lebih berkelanjutan di tingkat konsumen.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






