ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Seorang ibu muda bernama Nina Saleha akhirnya mengambil langkah hukum dengan mendatangi Polda Jawa Barat untuk melaporkan dugaan kelalaian perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dalam kasus bayi nyaris tertukar.
Didampingi kuasa hukumnya, Nina resmi melaporkan oknum perawat RSHS berinisial N atas insiden yang nyaris membahayakan bayinya tersebut. Laporan itu telah teregistrasi dengan nomor LP/B/684/IV/2026/SPKT Polda Jabar.
Tak hanya berhenti di laporan polisi, Nina bersama tim kuasa hukumnya juga telah melayangkan somasi kepada pihak RSHS. Langkah tegas ini diambil lantaran dinilai tidak adanya keterbukaan dan transparansi dari pihak rumah sakit terkait insiden serius tersebut.
ADVERTISEMENT
Bayi Alami Gejala Usai Imunisasi, Dinkes Kota Bandung Pastikan Penanganan Sesuai SOP
Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati menegaskan, laporan ini merupakan upaya untuk mengungkap dugaan kelalaian yang terjadi saat bayi kliennya menjalani perawatan.
“Berharap proses hukum dapat mengungkap secara jelas kronologi serta pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Pihak Nina kini menunggu langkah lanjutan dari penyidik, termasuk pemanggilan saksi hingga terlapor, baik dari oknum perawat maupun pihak RSHS.
Sementara itu, Nina mengaku terpaksa menempuh jalur hukum karena merasa tidak ada itikad baik dari pihak rumah sakit. Ia pun mendesak agar kasus bayi nyaris tertukar ini dibuka secara transparan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






