KORANMANDALA.COM – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan pendidikan di Cibiru, Kota Bandung, Pondok Pesantren Salafy Ar-Raaid terus memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan intelektual Muslim berkarakter santri.
Berlokasi di sekitar lingkungan UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung dan dikelilingi sejumlah perguruan tinggi, pesantren ini hadir sebagai alternatif pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan akademik.
Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Raaid, Nyai Euis Susilawati, mengatakan, keberadaan pesantren tidak hanya sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang pembentukan akhlak.
Viral! Dugaan Pembobolan Data Warga Bandung Bocor, Disdukcapil Masih Telusuri
“Pesantren ini kami posisikan sebagai laboratorium akhlak. Santri tidak hanya belajar secara akademik di kampus, tetapi juga dibekali nilai-nilai keagamaan yang kuat,” ujar Euis.
Ia menjelaskan, Ar-Raaid memiliki tiga fokus utama dalam pembinaan santri. Pertama, penguatan sanad keilmuan melalui kajian kitab kuning sebagai ciri khas pesantren salaf. Kedua, pembinaan akhlakul karimah agar santri memiliki integritas moral dalam kehidupan akademik. Ketiga, sinergi antara aktivitas perkuliahan dan pendidikan pesantren.
Dengan sistem tersebut, santri tetap dapat mengikuti perkuliahan secara optimal tanpa meninggalkan kewajiban menuntut ilmu agama.
Sebagai pimpinan pesantren, Euis menekankan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan modernitas dalam dunia pendidikan Islam.
“Kami ingin santri memiliki pijakan kuat pada tradisi salaf, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkembang di dunia akademik serta profesional,” katanya.
Secara kelembagaan, Pondok Pesantren Salafy Ar-Raaid berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan berpegang pada manhaj Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah. Nilai-nilai moderasi beragama juga terus ditanamkan kepada para santri.
Menurut Euis, hal tersebut penting sebagai upaya membentengi mahasiswa dari pengaruh paham ekstrem yang berpotensi masuk ke lingkungan kampus.
Melalui pendekatan tersebut, Ar-Raaid berupaya menunjukkan bahwa tradisi pesantren salaf tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam membentuk generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara spiritual.
