KORANMANDALA.COM –Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik sebanyak 150 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam Apel Gabungan yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/4/2026).
Pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut tentang pengangkatan PNS Tahun 2026, sekaligus menjadi momentum bergabungnya ratusan aparatur baru dalam sistem birokrasi Pemkab Garut.
Dalam arahannya, Syakur menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar profesi, melainkan bentuk komitmen dan pilihan hidup untuk mengabdi kepada masyarakat.
Dedi Satriandhi Akhiri Masa Jabatan, Yusuf Ansori Terpilih Jadi Ketua PJSI Garut 2026–2030
“Menjadi PNS adalah pilihan sadar. Saudara telah mendedikasikan diri sebagai pelayan masyarakat, dan itu bukan kehendak orang lain, tetapi keinginan sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan menjadi PNS tidaklah mudah. Bahkan, ia mencontohkan salah satu peserta Latihan Dasar (Latsar) yang harus mengulang ujian hingga enam kali sebelum akhirnya berhasil diangkat.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan bahwa profesi PNS merupakan cita-cita yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab hingga masa pensiun.
“Kalau itu sudah menjadi pilihan, maka jalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Lebih lanjut, Syakur menekankan pentingnya nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti integritas, dedikasi, loyalitas, disiplin, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh kinerja para PNS sebagai pelaksana kebijakan di lapangan.
“Saya sebagai bupati tidak bisa langsung menjangkau seluruh lapangan. Bapak dan ibu semua adalah pelaksana dari setiap kebijakan yang diambil,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syakur turut menyoroti keberagaman latar belakang para PNS yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa Kabupaten Garut merupakan wilayah yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun untuk mengabdi.
“Garut bukan hanya milik satu daerah, tetapi bagian dari Indonesia. Semua orang berhak mengabdi di sini dan harus kita hargai,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Doni Adam Mochammad Ramdan, menjelaskan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari proses manajemen ASN untuk memenuhi kebutuhan pegawai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menyebutkan, para PNS yang dilantik merupakan hasil seleksi pengadaan tahun anggaran 2024 yang telah menjalani masa percobaan selama satu tahun dan memenuhi seluruh persyaratan administratif serta kinerja.
“Dari total 156 CPNS yang diangkat pada 2025, sebanyak 150 orang telah diusulkan menjadi PNS melalui aplikasi SIMASN,” jelasnya.
Adapun rincian PNS yang dilantik terdiri dari 139 tenaga teknis dan 11 tenaga kesehatan. Sementara itu, enam CPNS lainnya tidak diusulkan menjadi PNS, dengan rincian satu orang meninggal dunia, tiga orang mengundurkan diri, dan dua orang pindah ke instansi pusat.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi Pemkab Garut dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
