ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Bandung kembali diguncang cuaca ekstrem, ditandai hujan lebat dan angin kencang yang memicu pohon tumbang hingga kerusakan infrastruktur. Rentetan kejadian ini memunculkan pertanyaan besar seberapa siap sistem mitigasi bencana di Kota Bandung saat ini.
Pratiksi Manajemen Kebencanaan, Ir. Bayu Tresna , menilai keberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya akibat cuaca ekstrem.
“Dengan lahirnya BPBD Kota Bandung semoga mitigasi kebencanaan semakin baik dan siap menghadapi berbagai risiko akibat bencana, khususnya bencana akibat cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya, Saat dihubungi Minggu (5/4/2026).
ADVERTISEMENT
Namun, menurutnya, kesiapan tidak cukup hanya di tingkat kota. Perlu penguatan hingga level kelurahan agar mitigasi benar-benar efektif.
“Saya berharap ke depan setiap kelurahan memiliki peta risiko bencana yang detail sehingga akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambahnya.
Maraknya pohon tumbang dan kerusakan fasilitas publik beberapa hari terakhir juga menjadi sorotan. Bayu menilai masih ada celah dalam manajemen risiko yang harus segera dibenahi, terutama langkah pencegahan.
“Akibat cuaca ekstrem beberapa hari ini di Kota Bandung yang mengakibatkan banyaknya pohon tumbang, papan reklame, dan bangunan rusak, maka yang perlu dilakukan adalah pemangkasan pohon-pohon serta peremajaan pohon yang sudah tua dan berpotensi membahayakan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap infrastruktur.
“Perlu juga memeriksa konstruksi fasilitas publik dan papan reklame, serta menetapkan standar bangunan dengan memperhatikan faktor keselamatan,” lanjutnya.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi dampak bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan padat penduduk.
“Risiko kerugian akibat bencana adalah tanggung jawab semua unsur. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke saluran air, menjaga drainase tetap lancar, serta membuat biopori dan penampungan air hujan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak mendirikan bangunan di daerah aliran air dan rutin memeriksa kondisi bangunan serta instalasi listrik.
Dengan potensi hujan ekstrem yang masih tinggi selama masa pancaroba, kesiapan mitigasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar dampak bencana di Kota Bandung bisa diminimalkan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






