KORANMANDALA.COM – Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo, angkat bicara mengenai penutupan operasional rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung menuju Bandara Yogyakarta International Airport, Kulon Progo milik maskapai Wings Air.
Menurut Sony, keputusan operasional penerbangan dari maskapai swasta seperti Wings Air, yang merupakan bagian dari Lion Group, murni didasari perhitungan kelayakan bisnis.
Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang kemungkinan mendasari keputusan Wings Air. Pertama, masih adanya tren penurunan penumpang penerbangan secara nasional dan global pascapandemi yang belum pulih seutuhnya ke level normal.
Efek Domino Konflik Timur Tengah: Harga Plastik Bandung Naik 40 Persen, Penjualan Anjlok
Kedua, kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), dan ketiga, peningkatan frekuensi penerbangan ke Yogyakarta dari Bandara Halim Perdanakusumah dan Bandara Soekarno-Hatta.
“Dengan hadirnya kereta cepat yang memberi kemudahan dari Bandung menuju Halim dan fasilitas shuttle Halim ke Soekarno Hatta, opsi ke Yogyakarta via Halim menjadi lebih menarik bagi warga Bandung,” ujar Sony dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Faktor terakhir, yakni adanya kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) pada bulan April ini akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Salah satu alasan ditutupnya Wings Air Bandung-Jogja di Bandara Husein Sastranegara sepertinya termasuk dalam keempat hal tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Wings Air melayani rute penerbangan Bandung-Yogyakarta setiap hari sejak 11 Februari 2026. Namun, kini rute tersebut telah ditutup saat belum genap 2 bulan beroperasi. Penerbangan terakhir dari rute ini tercatat dilakukan pada arus balik Lebaran 2026.
Pembukaan rute ini pada awalnya disebut sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali konektivitas udara di Bandara Husein Sastranegara.
“Mudah-mudahan ini menjadi lanjutan dari kemampuan kita menangkap permintaan masyarakat yang makin tinggi untuk terbang dari Husein Sastranegara ke berbagai tujuan di Indonesia,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, saat acara inaugurasi penerbangan perdana rute Bandung-Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, 11 Februari 2026.
Ketika ditanya apakah terdapat indikasi kurangnya komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menyusul penutupan rute tersebut, Sony kembali menegaskan bahwa fenomena ini sepenuhnya berkaitan dengan strategi bisnis maskapai.
“Ini masalah bisnis maskapai, perhitungan finansial mereka. Pemerintah tidak bisa maksa maskapai untuk menjalankan operasinya. Kalau maskapainya punya pemerintah seperti Garuda atau Citilink mungkin bisa dipaksa,” bebernya.
