KORANMANDALA.COM –Memasuki akhir masa libur Idulfitri 2026, arus balik di Stasiun Kereta Api Garut mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, tingkat keterisian penumpang atau okupansi Kereta Api Cikuray relasi Garut–Pasar Senen masih tergolong tinggi, yakni mencapai 72,5 persen.
Berdasarkan data petugas PT KAI, jumlah penumpang KA Cikuray pada Minggu (29/3/2026) untuk keberangkatan dari Stasiun Garut menuju Stasiun Pasar Senen tercatat sebanyak 406 orang.
Petugas KAI, Agus, mengatakan meski terjadi penurunan dibandingkan puncak arus balik sebelumnya, minat masyarakat menggunakan kereta api masih cukup tinggi, terutama karena faktor kenyamanan dan harga tiket yang terjangkau.
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat, Terminal Guntur Melati Garut Dipadati Pemudik
KA Cikuray sendiri diberangkatkan dari Stasiun Garut pada pukul 06.05 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 11.35 WIB. Kereta ini menjadi salah satu favorit masyarakat dengan tarif tiket sebesar Rp45.000.
“Untuk okupansi saat ini sekitar 72,5 persen, dengan jumlah penumpang hari ini sebanyak 406 orang,” ujar Agus.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat membuat tiket kereta, khususnya pada masa Lebaran, cepat habis. Oleh karena itu, calon penumpang dituntut lebih sigap dalam melakukan pemesanan, terutama melalui sistem daring.
Salah seorang penumpang asal Cakung, Jakarta Timur, Nurmali (36), mengaku harus bersaing cepat untuk mendapatkan tiket, baik saat mudik maupun arus balik Lebaran.
“Beli tiket online itu bisa dibilang sulit-sulit gampang, apalagi momen Lebaran. Saya harus standby di depan handphone karena dalam hitungan menit tiket bisa langsung habis,” ungkapnya.
Ia mengaku telah memesan tiket mudik sejak jauh hari, tepatnya pada 27 Januari 2026 untuk keberangkatan H-7 Lebaran. Sementara untuk arus balik, tiket berhasil didapatkan pada 12 Maret 2026 untuk keberangkatan H+7.
“Alhamdulillah bisa dapat tiket untuk pulang ke Jakarta, walaupun harus terus memantau,” katanya.
Nurmali juga menilai pelayanan dan fasilitas yang diberikan PT KAI saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia berharap peningkatan tersebut terus dilakukan, baik dari sisi pelayanan maupun kenyamanan penumpang.
Dengan kondisi tersebut, meski arus balik mulai melandai, moda transportasi kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan jarak menengah hingga jauh, khususnya pada momentum Lebaran.
