ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Volume sampah di Kabupaten Garut mengalami lonjakan signifikan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut mencatat peningkatan terjadi sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, dengan kenaikan mencapai 8,5 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, mengatakan rata-rata produksi sampah harian meningkat dari 285 ton menjadi sekitar 312 ton per hari.
“Kami mencatat pada H-7 hingga H-1 Lebaran terjadi kenaikan volume sampah sekitar 8,5 persen dari rata-rata normal 285 ton per hari menjadi 312 ton per hari,” ujar Jujun, Sabtu (28/3/2026).
ADVERTISEMENT
Bupati Garut Genjot Koperasi Merah Putih, Tekankan Ekosistem Bukan Sekadar Formalitas
Namun demikian, pada Hari H hingga H+2 Lebaran justru terjadi penurunan volume sampah yang terangkut. Hal ini disebabkan oleh pengoperasian armada yang dilakukan secara bergiliran, karena sebagian petugas juga menjalankan kegiatan silaturahmi.
“Pada Hari H sampai H+2 terjadi penurunan pengangkutan sampah. Hal ini karena armada beroperasi secara bergiliran, sehingga di beberapa titik sempat terjadi penumpukan sampah yang belum terangkut,” jelasnya.
Memasuki H+3, kondisi kembali normal dengan volume sampah kembali di angka rata-rata 285 ton per hari. Jujun menegaskan, lonjakan paling signifikan terjadi pada periode H-7 hingga H-1 Lebaran.
Selain dari sektor rumah tangga, peningkatan volume sampah juga terjadi di kawasan wisata. Menurut Jujun, pengelolaan sampah di lokasi wisata menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola kawasan.
“Untuk kawasan wisata, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pengelola masing-masing,” katanya.
Lonjakan sampah di area wisata umumnya terjadi pada H+1 Lebaran, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
Sementara itu, persoalan pengelolaan sampah di wilayah selatan Garut masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, penanganan sementara dilakukan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah titik, seperti Sayangheulang, Mancagahar, dan Santolo.
“Wilayah selatan masih menjadi tantangan bagi kami. Untuk sementara, kami memanfaatkan TPS 3R yang tersedia di beberapa lokasi,” ungkap Jujun.
DLH juga menurunkan satu unit truk tambahan untuk membantu penyisiran sampah di kawasan wisata, termasuk dengan dukungan armada dari Kecamatan Pameungpeuk.
“Kami menyiapkan satu unit truk untuk penyisiran sampah, dibantu juga oleh armada dari kecamatan setempat,” tambahnya.
Ke depan, DLH berencana melakukan pengembangan fasilitas pengolahan sampah dengan menggandeng pihak batalion yang telah menyiapkan lahan minimal dua hektare. Lahan tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pengolahan, termasuk pengelolaan air lindi.
Dari sisi sarana, DLH telah melakukan peremajaan dua unit armada pada tahun ini. Namun, penambahan armada tersebut belum diikuti dengan peningkatan jumlah personel karena keterbatasan anggaran.
“Tahun ini ada dua unit armada yang diremajakan. Namun, penambahan pelayanan tidak bisa langsung dilakukan karena harus diikuti dengan ketersediaan personel dan anggaran,” jelasnya.
Secara keseluruhan, DLH Garut saat ini didukung oleh 406 personel, mulai dari sopir armada, awak kendaraan, operator alat berat, hingga petugas kebersihan. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi.
“Dengan volume sampah sekitar 285 ton per hari, kami masih kekurangan sekitar 100 personel,” pungkas Jujun.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






