Daerah

Farhan Kaji WFH untuk ASN

KORANMANDALA.COM –Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), di Kota Bandung masih dalam kondisi aman. Namun di balik itu, langkah antisipasi menghadapi potensi krisis energi dinilai belum jelas dan masih menunggu arahan pemerintah pusat.

Farhan menyebut, hingga saat ini pemerintah pusat melalui Pertamina menjamin distribusi BBM berjalan normal, tanpa adanya indikasi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.

“Pertamina menjamin bahwa kita masih akan ada pasokan BBM. Dan tidak ada tanda-tanda kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Sejumlah Tempat Wisata Di Bandung Masih Dipadati Pengunjung

Meski begitu, Farhan mengakui bahwa isu krisis energi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Bandung belum dapat mengambil langkah konkret, selain menunggu arahan lebih lanjut.

Ketergantungan pada keputusan pusat ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan daerah dalam menghadapi situasi darurat, terutama jika terjadi gangguan distribusi atau lonjakan permintaan BBM secara tiba-tiba.

Di sisi lain, rencana kebijakan fleksibilitas kerja dan belajar juga belum menunjukkan kejelasan. Farhan menyebut, wacana penerapan Work From Home (WFH) maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih belum bisa diputuskan karena belum adanya petunjuk teknis dan pelaksanaan dari pemerintah pusat.

“Untuk WFH sama PJJ, kami masih menunggu juklak juknisnya. Karena tidak boleh sembarangan,” katanya.

Kondisi semakin rumit dengan adanya perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar mendorong skema Work From Anywhere (WFA) diterapkan setiap Kamis, sementara pemerintah pusat mengusulkan pada hari Jumat.

Perbedaan arah kebijakan ini membuat Pemerintah Kota Bandung masih berada dalam posisi menunggu, tanpa kepastian waktu penerapan di lapangan.

Farhan menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan kajian internal dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemungkinan penerapan PJJ di sekolah.

“Kita lagi lihat situasinya dulu, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah juga perlu melakukan PJJ,” ucapnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun pasokan BBM diklaim aman, ketidakjelasan kebijakan turunan di tingkat daerah berpotensi menimbulkan kebingungan, baik bagi masyarakat maupun institusi pendidikan dan pekerja.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

9 menit ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

1 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

2 jam ago

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

13 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

13 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

14 jam ago