ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan, khususnya daging sapi dan ayam, mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini dipicu oleh tradisi masyarakat yang menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran saat berkumpul bersama keluarga.
Selain mempersiapkan kue kering dan pakaian baru, masyarakat juga tetap menjalankan kewajiban membayar zakat fitrah. Namun, kebutuhan bahan makanan, terutama daging, menjadi salah satu prioritas utama menjelang hari raya.
Seorang pedagang daging sapi di Pasar Ciawitali Garut, As (58), mengaku permintaan daging sapi meningkat tajam. Ia bahkan telah memotong hingga 10 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
ADVERTISEMENT
Anggota DPRD Kota Bandung Soroti Kasus Bunuh Diri di Pasupati, Tekankan Pendekatan Komprehensif
“Saya setiap Lebaran biasanya bisa menghabiskan 10 ekor sapi. Tahun ini juga sama, hari ini saja sudah memotong 10 ekor,” ujar As.
Menurutnya, harga daging sapi relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp150 ribu per kilogram. Ia juga memastikan stok masih mencukupi meski permintaan meningkat.
“Untuk harga masih sama seperti tahun lalu, Rp150 ribu per kilogram, dan stok tidak ada perubahan,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pembeli, ML (30), warga Bayongbong, mengaku tetap membeli daging meskipun harga tergolong tinggi.
“Ini untuk menyambut hari kemenangan. Saya ingin membahagiakan keluarga setelah sebulan berpuasa. Walaupun harganya terasa mahal, tetap saya usahakan,” kata ML.
Peningkatan permintaan tidak hanya terjadi pada daging sapi, tetapi juga daging ayam. Kondisi ini terlihat dari tingginya volume penjualan di sejumlah lapak pedagang di pasar tradisional.
Lonjakan kebutuhan komoditas hewani ini menjadi fenomena rutin setiap menjelang Lebaran, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






