KORANMANDALA.COM – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Stasiun Kiaracondong sejak Senin (16/3/2026). Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari stasiun tersebut menunjukkan tren peningkatan dan diprediksi akan terus melonjak hingga H-2 Idulfitri atau 19 Maret 2026.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir.
“Pergerakan penumpang mulai terlihat sejak 14 Maret, dan pada 15 hingga 16 Maret ini jumlahnya sudah cukup signifikan,” ujarnya di Stasiun Kiaracondong.
Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Penjaga Konter HP di Sukajadi Bandung Digelar
Ia menyebut, pada Senin (16/3/2026), tercatat sekitar 5.200 penumpang berangkat dari Stasiun Kiaracondong, sementara dari Stasiun Bandung mencapai 5.400 penumpang.
Penjualan Tiket Tembus 78 Persen
Kuswardojo memaparkan, KAI Daop 2 Bandung telah menyediakan 345.840 tiket untuk periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
Hingga saat ini, lebih dari 270.000 tiket telah terjual atau sekitar 78 persen dari total kapasitas.
“Penjualan tiket dalam beberapa hari terakhir meningkat cukup tajam. Dari 260.000 menjadi 270.000 dalam satu hari, artinya ada sekitar 10.000 tiket terjual. Kami perkirakan tren ini terus naik hingga 19 Maret,” jelasnya.
Rute Favorit Masih Didominasi Jawa Tengah dan Timur
Menurut Kuswardojo, rute tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menjadi favorit pemudik tahun ini, khususnya untuk kereta kelas ekonomi bersubsidi (PSO).
Beberapa kereta yang paling diminati antara lain:
- KA Pasundan
- KA Kahuripan
- KA Kutojaya
- KA tambahan Lebaran tujuan Surabaya
Potensi Penambahan Kuota dan Pengaruh WFA
KAI Daop 2 Bandung juga membuka peluang penambahan kapasitas sekitar 3–4 persen, menyesuaikan dengan perkembangan penjualan tiket di lapangan.
Namun, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai turut memengaruhi pola keberangkatan pemudik.
“Dengan libur yang cukup panjang, masyarakat masih mengatur jadwal perjalanan mereka. Jadi kami akan terus memantau,” katanya.
Kuswardojo menambahkan, dibandingkan tahun lalu, jumlah perjalanan relatif sama. Namun, kapasitas angkut sedikit berkurang karena perubahan konfigurasi kursi pada kereta ekonomi.
“Contohnya KA Pasundan yang kini menggunakan rangkaian New Image, dari 106 kursi menjadi 80 kursi per gerbong,” paparnya.
Untuk mendukung operasional, KAI Daop 2 Bandung menyiapkan:
31 lokomotif
28 perjalanan kereta api
241 rangkaian kereta
Seluruh armada tersebut dipastikan dalam kondisi siap operasi setelah melalui proses ramp check bersama Balai Teknik Perkeretaapian.
Dari sisi sumber daya manusia, KAI menerapkan kebijakan pembatasan cuti selama masa angkutan Lebaran. Bahkan, pegawai non-operasional turut diperbantukan di lapangan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang.
“Insyaallah KAI Daop 2 Bandung siap melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.
