KORANMANDALA.COM – Aktivitas perdagangan di Andir Trade Center mulai kembali menggeliat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Setelah sempat sepi akibat dampak pandemi COVID-19, pusat perbelanjaan yang dikenal sebagai salah satu sentra grosir terbesar di Bandung itu kembali dipadati pengunjung yang berburu kebutuhan Lebaran.
Humas ATC, Rahmat, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung mulai terasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut membawa optimisme baru bagi para pedagang.
“Kalau dilihat dari kondisi pengunjung, saat ini sangat berbeda dibanding bulan-bulan sebelumnya. Pedagang seperti punya semangat baru karena pengunjung mulai ramai lagi,” ujar Rahmat saat ditemui, Kamis (12/3/2026).
ADVERTISEMENT
Restorative Justice KUHP Baru Disorot Jurnalis Bandung, Solusi Keadilan atau Celah “86”?
Rahmat menilai suasana pasar yang kembali ramai ini mengingatkan pada masa sebelum pandemi. Pada periode tersebut, hampir setiap hari kawasan Pasar Andir dipadati pembeli, sementara kios-kios di setiap lorong terisi penuh oleh para pedagang.
Meski kondisi itu belum sepenuhnya pulih, keramaian yang terjadi selama Ramadan menjadi sinyal bahwa Pasar Andir masih menjadi destinasi utama masyarakat untuk berbelanja kebutuhan hari raya.
“Untuk beberapa wilayah di Jawa Barat, Pasar Andir masih bisa dikatakan menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin berbelanja persiapan Lebaran,” katanya.
Rahmat mengaku pihak pengelola belum memiliki data pasti terkait jumlah pengunjung harian. Namun kepadatan kendaraan di area parkir menjadi indikator meningkatnya aktivitas pengunjung.
Pada akhir pekan lalu, kata dia, area parkir ATC bahkan tidak mampu menampung seluruh kendaraan pengunjung. Sebagian kendaraan terpaksa parkir hingga ke ruas jalan di sekitar pasar.
“Kalau melihat dari kondisi parkir saja, Sabtu dan Minggu kemarin sudah sangat penuh. Sampai kendaraan parkir di luar area Andir Trade Center,” jelasnya.
Kepadatan tersebut bahkan meluas hingga ke beberapa ruas jalan di sekitar kawasan pasar seperti Jalan Rajawali Timur dan Jalan Kebonjati.
Selain meningkatnya jumlah pengunjung, momentum Ramadan juga mendorong bertambahnya jumlah kios yang beroperasi di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Rahmat menyebut saat ini terdapat tambahan lebih dari 100 kios baru yang kembali buka, terutama di lantai dasar.
“Dengan adanya bulan suci Ramadan ini ada tambahan lebih dari 100 kios yang kembali beroperasi di lantai satu,” ungkapnya.
Keramaian pengunjung secara langsung berdampak pada peningkatan omzet pedagang. Sejumlah pedagang melaporkan pendapatan mereka naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang relatif sepi.
“Para pedagang sangat merasakan dampaknya. Omzet yang mereka dapat sekarang jauh berbeda dibanding bulan-bulan kemarin,” ujar Rahmat.
Meski begitu, pihak pengelola menyadari tantangan besar masih menanti setelah momentum Lebaran berlalu. Persaingan dengan platform belanja daring atau online shop masih menjadi ancaman bagi pasar konvensional.
Karena itu, pengelola berharap tren peningkatan kunjungan selama Ramadan ini dapat menjadi titik awal kebangkitan Pasar Andir setelah sempat terpuruk akibat pandemi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






