KORANMANDALA.COM –Tumpukan sampah kembali terlihat di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Pantauan di lokasi pada Kamis sore (12/3/2026) menunjukkan sampah menumpuk dengan kondisi bercampur antara sampah kering dan sampah basah sehingga menimbulkan bau menyengat.
Selain aroma yang tidak sedap, tumpukan sampah tersebut juga dipenuhi lalat yang mengerubungi area sekitar. Kondisi ini membuat masyarakat yang melintas merasa terganggu, terutama mahasiswa yang kerap melewati kawasan tersebut menuju kampus.
Salah seorang mahasiswi berinisial RR (22) mengaku sering melintasi kawasan itu dari tempat kos menuju kampus. Ia mengaku harus menahan bau tidak sedap setiap kali melewati lokasi tersebut.
Disnaker Kota Bandung Buka Posko THR, Pekerja Bisa Konsultasi dan Melapor
“Cukup mengganggu. Kalau bisa segera dibersihkan dan diangkut. Saya sering lewat sini dari kos ke kampus, kadang sampai harus menutup hidung pakai kerudung dan berjalan cepat supaya tidak terlalu mencium baunya,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat berinisial IR (60). Ia mengatakan sejak memasuki bulan Ramadan, tumpukan sampah di lokasi tersebut belum terlihat diangkut.
Menurutnya, di kawasan tersebut memang tersedia tempat sampah untuk jenis sampah kering. Sementara itu, pengelolaan sampah basah biasanya ditangani oleh pengurus lingkungan di tingkat RW.
“Sejak bulan puasa ini belum ada yang mengangkut. Di sini banyak tempat sampah kering, sementara yang basah biasanya ada yang mengelola dari pengurus RW,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku sebagai warga hanya bisa berharap persoalan tersebut segera ditangani oleh pihak terkait.
“Keluhan pasti ada, tapi saya hanya masyarakat biasa tidak bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan saja bisa segera diangkut,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung telah meluncurkan sebanyak 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah untuk mengelola sampah dari sumbernya di tingkat RW. Program tersebut diluncurkan pada 26 Januari 2026 sebagai upaya mengurangi beban tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
Dalam peluncuran program tersebut, pemerintah menyampaikan bahwa Kota Bandung ditargetkan menjadi daerah yang menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Bandung harus jadi kota pertama yang melakukan pemilahan dari rumah dan di RW. Sehingga semua sampah organik harus selesai di RW. Sampah nonorganik baru akan diangkut oleh petugas sesuai jadwal. Karena kita mulai mau menerapkan sistem: sampah hari ini habis hari ini,” ujar pernyataan pemerintah saat peluncuran program tersebut pada Rabu (4/2/2026).
Namun demikian, masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah titik menunjukkan persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang berulang di Kota Bandung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari petugas kebersihan maupun pengurus RW setempat terkait penyebab penumpukan sampah di kawasan Tamansari tersebut.
