KORANMANDALA.COM –Pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung mulai dikerjakan. Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan total terdapat 232 titik halte yang akan dibangun sebagai bagian dari pengembangan layanan BRT di kawasan Cekungan Bandung.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hadi, menjelaskan pembangunan halte tersebut merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang mencakup wilayah Bandung Raya.
“Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan 24 titik lainnya di Kota Cimahi,” ujar Ferlian.
Marcos Reina Akui Kekuatan Persib Bandung, Persik Kediri Siap Kerja Keras di Bandung
Ia mengatakan, ratusan halte tersebut akan tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung. Dari total 232 halte yang dibangun, sebanyak 172 titik berupa bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, dan 4 titik berupa big shelter.
Empat halte berukuran besar tersebut rencananya dibangun di lokasi strategis, yakni Stasiun Bandung (Stasiun Hall), Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, serta Stasiun Kiaracondong.
Jika dilihat dari status jalan, sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik lainnya berada di jalan kota.
Selain halte off corridor, proyek ini juga mencakup pembangunan sekitar 37 halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT dengan separator, mirip dengan konsep busway.
“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lain,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan halte off corridor telah dimulai di sejumlah lokasi. Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, sekitar 27 titik sudah mulai dikerjakan.
Beberapa lokasi tersebut antara lain di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jalan Ramdan, Jalan BKR, Jalan Wastukancana, Dago, serta kembali di kawasan Jalan Merdeka.
Pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal, seperti pembongkaran dan persiapan lahan.
Ferlian menuturkan, berdasarkan jadwal dari Kementerian Perhubungan, pembangunan halte BRT baik on corridor maupun off corridor ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung turut mendukung pelaksanaan pembangunan, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan.
“Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT nantinya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat telah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara,” kata Ferlian.
Ke depan, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan transportasi yang sudah ada. Angkutan kota direncanakan berperan sebagai feeder yang mengantarkan penumpang menuju koridor BRT.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
