KORANMANDALA.COM – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, resmi membuka Ramadhan Fashion Festival (Ramffest) di Garut Plaza, Jalan Guntur, Kabupaten Garut, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya menghidupkan kembali denyut ekonomi pusat perbelanjaan tersebut sekaligus mendorong penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Putri menilai Garut Plaza membutuhkan terobosan baru agar mampu bersaing di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.
“Kalau hanya mengembangkan yang sudah ada tanpa inovasi, kita akan tertinggal oleh kompetisi global dan pasar yang lebih luas,” ujar Putri.
Disnaker Bandung Siapkan Posko Pengaduan, Pastikan THR 2026 Dibayar Tepat Waktu
Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyusun simulasi pengembangan ekosistem kreatif dengan mengumpulkan para pelaku industri kreatif di satu ruang kolaboratif. Skema pendanaan pun disiapkan melalui gotong royong bersama para pengusaha sukses.
“Kita tidak bisa hanya menunggu anggaran pemerintah yang prosesnya panjang. Kita akan upayakan pendanaan lebih cepat dengan melibatkan pengusaha yang sudah berhasil di bidang kreatif,” jelasnya.
Putri menegaskan, dirinya bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memiliki tanggung jawab membangun daerah dari berbagai sektor. Jika bupati fokus mencari anggaran infrastruktur, ia mengaku akan berupaya memperkuat sektor UMKM.
“Kalau Pak Bupati mencari dana untuk pembangunan jalan, saya akan fokus mencari dukungan bagi teman-teman UMKM,” katanya.
Putri memastikan, program yang digagas dalam Ramffest bukanlah relokasi pedagang kaki lima. Pemerintah justru ingin membangun ruang kreatif atau “bengkel kreatif” sebagai pusat pelatihan dan pengembangan usaha.
“Ini bukan memindahkan pedagang. Kita ingin membangun ruang kreatif tempat pelaku usaha belajar, mengakses internet cepat, mencari inspirasi, hingga mendapatkan pelatihan dan akses permodalan,” tegasnya.
Ia menyebut, program tersebut dirancang sebagai agenda jangka panjang dalam bentuk pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan UMKM berkelanjutan.
Putri juga menyoroti potensi pedagang di Jalan Ibrahim Aji yang dinilai kreatif namun belum memiliki ruang usaha memadai. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan jumlah dan potensi pedagang yang dapat difasilitasi.
“Kita sedang memetakan jumlah dan potensi pedagang yang bisa dikembangkan di sini,” ujarnya.
Untuk mengembalikan keramaian Garut Plaza, pemerintah daerah bersama pengelola akan menghadirkan agenda pelayanan publik secara rutin setiap bulan.
“Intinya, tempat ini harus ramai dulu. Kita akan hadirkan pelayanan publik sebulan sekali agar masyarakat datang. Persoalannya bukan semata kurang pembeli, tetapi kurang daya tarik,” katanya.
Putri menambahkan, pembangunan ekosistem kreatif membutuhkan peran pemerintah sebagai fasilitator, sementara masyarakat dan pelaku usaha menjadi penggeraknya.
“Pemerintah membangun ekosistemnya, masyarakat yang akan mengisi dan menghidupkannya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas di lantai satu dan dua Garut Plaza yang dinilai kurang nyaman. Pemerintah tengah mengkaji konsep penataan ulang agar lebih ergonomis, efektif, dan efisien, termasuk mempertimbangkan efisiensi energi.
Ramadhan Fashion Festival diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan Garut Plaza sekaligus momentum penguatan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan ekonomi kreatif.
