ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota Bandung mendorong pemanfaatan angkutan kota (angkot) berbasis listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi publik seiring pembangunan Bus Rapid Transit (BRT).
Skema ini ditempuh untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum tanpa menghilangkan keberadaan angkot yang sudah ada.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pembangunan BRT tidak akan menghapus angkot yang selama ini menjadi transportasi andalan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Angkot justru akan diarahkan menjadi moda pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan sistem BRT, dengan jalur operasional tetap mengacu pada Trayek Moda Pengumpan (TMP).
“Angkot akan menjadi feeder. Angkot tidak akan hilang. Jalurnya sudah ada, yaitu jalur TMP. Jalurnya persis sama, tidak ada perubahan. Angkot tetap menjadi feeder,” ujar Farhan.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan para pengelola angkot melalui koperasi untuk menyiapkan transformasi layanan angkot ke depan. Ia menyebut akan berdialog dengan tiga koperasi besar, yakni Kopamas, Kobuter, dan Koputri.
“Saya akan bicara dengan tiga koperasi: Kopamas, Kobuter, dan Koputri. Mereka punya program peremajaan angkot,” katanya.
Menurut Farhan, peremajaan angkot menjadi langkah penting agar transportasi umum kembali diminati masyarakat. Salah satu peluang yang tengah dikaji adalah pemanfaatan angkot berbasis listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan dan nyaman.
“Ke depan, pemanfaatan angkot listrik bisa menjadi peluang untuk menarik minat masyarakat kembali menggunakan angkot,” ucapnya.
Saat ditanya apakah angkot memang akan diarahkan ke sistem tersebut, Farhan menjawab singkat.
“Ya, betul,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






