ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Kasus HIV di Kota Bandung terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Hingga akhir Oktober 2025, dinas kesehatan mencatat lebih dari 8.000 warga terinfeksi HIV, dengan sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif 20–39 tahun.
Meningkatnya jumlah kasus tersebut mendorong Pemerintah Kota Bandung memperkuat peran Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kelurahan sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan, keterlibatan WPA menjadi kunci menekan penyebaran HIV sekaligus menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV/ODHA).
ADVERTISEMENT
Kasus HIV di Kota Bandung Tertinggi di Jabar, DPRD Desak Pemkot Bentuk Satgas Khusus
“Kader WPA adalah ujung tombak dalam menumbuhkan pemahaman bahwa HIV/AIDS dapat dicegah dan dikelola. Mereka juga membantu menanamkan empati agar para ODHIV tetap dihargai dan diterima di lingkungannya,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan WPA di Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Jumat (31/10/2025).
Erwin menjelaskan, Pemkot Bandung melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) berkomitmen mendukung target global Triple Zero, yakni Zero infeksi baru, Zero kematian akibat AIDS, dan Zero stigma diskriminasi.
Namun, ia menekankan bahwa perjuangan mencapai target tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata.
“Perlu kolaborasi lintas sektor dari tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga kader WPA agar pesan pencegahan benar-benar sampai ke masyarakat,” katanya.
Selain penguatan kader, Pemkot Bandung juga memperluas layanan kesehatan preventif, termasuk melalui Surat Edaran Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin (Catin). Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini.
Erwin juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi kader WPA dalam mendekati masyarakat.
“Keterampilan berbicara dengan empati dan tanpa menghakimi sangat penting agar mereka yang terinfeksi berani terbuka dan mau berobat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Jamika, Budiana, mengajak seluruh warga untuk aktif melawan stigma terhadap ODHIV.
“Suara kita adalah senjata untuk menciptakan Bandung yang lebih peduli dan sehat. Mari bersatu melawan AIDS,” tegasnya.
Dengan penguatan kader WPA di seluruh kelurahan, Pemkot Bandung berharap kasus HIV dapat dikendalikan dan angka infeksi baru terus menurun.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






