ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas Kota Bandung, Jalan Pelajar Pejuang 45 kini menyimpan keluhan dari para pengendara, khususnya roda dua.
Debu yang beterbangan saat cuaca terik, dan jalan yang licin ketika hujan turun, menjadi tantangan baru bagi mereka yang melintas di jalur ini.
Penyebabnya bukan semata karena cuaca, melainkan adanya proyek pembangunan Kampus Universitas Kebangsaan (UKRI) yang tengah berlangsung.
ADVERTISEMENT
Fifi Fauzia Rohmah, Mahasiswi UKRI Bandung yang Bawa Misi Sosial ke Bali
Tanah merah yang terbawa keluar dari area proyek kerap menumpuk di badan jalan, meninggalkan jejak debu dan lumpur yang mengganggu kenyamanan pengendara.
“Kalau siang itu debunya luar biasa. Tapi kalau hujan, jalan jadi licin karena tanah merahnya meluber ke jalan,” keluh Adam (29), seorang pengemudi ojek online yang saban hari melintas di kawasan tersebut.
Adam menuturkan, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Truk-truk bermuatan tanah merah terlihat keluar masuk area proyek, meninggalkan sisa material di jalan yang tak kunjung dibersihkan.
Ia berharap pihak pengembang bisa lebih peduli terhadap dampak yang dirasakan warga sekitar maupun pengguna jalan.
“Setidaknya ada upaya penyiraman atau pembersihan jalan. Jangan sampai kami yang melintas jadi korban, apalagi kalau sampai ada pengendara yang terpeleset karena jalan licin,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, tanah merah memang tampak mengendap di sejumlah titik sepanjang Jalan Pelajar Pejuang 45. Saat kendaraan melintas, debu mengepul dan menyelimuti udara.
Kondisi ini tak hanya mengganggu pengendara, tetapi juga warga sekitar yang harus menghirup debu setiap hari.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






