ADVERTISEMENT
KoranMandala.com –Program andalan Pemkab Garut bertajuk Garut Hebat Berkelanjutan dengan skema “satu desa satu sarjana” digadang-gadang mampu mencetak sumber daya manusia unggul di pedesaan.
Namun, sejumlah warga mengeluhkan kurangnya sosialisasi sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan maupun mekanisme program tersebut.
Di beberapa kecamatan, warga mengaku hanya mendengar sekilas program ini lewat pemberitaan atau obrolan di desa, tanpa penjelasan teknis mengenai siapa yang berhak mendaftar, bagaimana proses seleksinya, hingga bentuk dukungan yang akan diberikan pemerintah.
ADVERTISEMENT
“Program ini bagus sekali kalau memang ada. Tapi kami di desa tidak pernah diberi tahu secara detail. Kalau ada skema beasiswa atau bantuan, harusnya sosialisasi sampai ke tingkat RT biar semua warga tahu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Padahal, menurut catatan Pemkab Garut, program satu desa satu sarjana diharapkan bisa meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di desa.
Skema ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas SDM antara wilayah desa dan kota.
Bupati Garut menyebut, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap jalannya program tersebut, khususnya dalam aspek sosialisasi dan distribusi informasi.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar dirasakan masyarakat desa. Evaluasi akan kami lakukan agar warga tidak hanya tahu dari kabar-kabar, tapi bisa langsung mengakses manfaatnya,” ujar Bupati Garut dalam keterangan resminya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat menekankan pentingnya transparansi dan pemerataan informasi.
Mereka berharap Pemkab Garut membuka posko informasi di tiap kecamatan agar warga desa lebih mudah mendaftar dan memantau perkembangan program.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






