Politisi dari PDIP itu menawarkan dua opsi penyelesaian. Pertama, melakukan pembongkaran total dan menegakkan regulasi yang telah disepakati. Kedua, merevitalisasi Teras Cihampelas dengan mengembalikan fungsinya sebagai sarana pedestrian yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Kota Bandung—yakni Cihampelas Walk (Ciwalk) dan Paris Van Java (PVJ).
“Kalau direvitalisasi dan benar-benar diubah menjadi jalur penghubung Ciwalk dan PVJ, maka ini akan berdampak besar pada pergerakan ekonomi warga. Di tengah jalur itu ada Pasar Sederhana yang bisa ikut tumbuh. Jaraknya juga hanya 1 km, sangat potensial,” ucap Folmer.
Opsi lain yang ditawarkan adalah memindahkan struktur Teras Cihampelas ke kawasan Cikapundung, dengan titik awal dari lahan bekas Palaguna menuju Teras Braga. Bahkan, baja dari hasil pembongkaran bisa digunakan kembali sebagai bahan pembangunan.
“Kalau dipindahkan ke sana, aset JPO Asia Afrika yang selama ini mangkrak bisa dihidupkan. Dan Pasar Cikapundung pun bisa bangkit sebagai pasar tematik Kota Bandung. Pemkot tidak akan rugi,” ujarnya.
Folmer menekankan pentingnya sikap tegas dari Wali Kota Bandung saat ini. Ia mengingatkan agar tak ada kebijakan yang keliru dan berlarut-larut, karena masyarakat menunggu kepastian atas ruang publik yang seharusnya menjadi hak mereka.
“Sekarang tinggal pilih: mau kembalikan ke fungsi pedestrian atau relokasi sekalian. Jangan biarkan ini jadi polemik terus. Ini soal tata kota, soal wajah Bandung, dan soal masa depan ekonomi rakyat,” Ujarnya
