ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Wacana kedatangan pendakwah asal India, Dr. Zakir Naik, ke sejumlah kota di Indonesia kembali memicu polemik.
Di Kota Malang, muncul penolakan dari sebagian kelompok masyarakat yang menilai ceramah Zakir Naik berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Bandung mengambil sikap berbeda. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Bandung merupakan kota inklusif dan terbuka bagi siapa pun, selama memenuhi aturan dan tidak menimbulkan gesekan sosial.
ADVERTISEMENT
“Bandung ini kota inklusif, majemuk. Kami menerima siapa pun yang datang ke Bandung. Insya Allah kami tetap rukun. Perbedaan justru menjadi kekuatan,” ujar Erwin saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (11/7/2025).
Terkait kekhawatiran terhadap isi ceramah Zakir Naik, Erwin menilai masyarakat Bandung sudah cukup dewasa dalam menyikapi perbedaan pandangan keagamaan.
“Tidak ada kekhawatiran. Masyarakat Bandung sudah cerdas, paham betul soal perbedaan mazhab. Selama tidak menimbulkan konflik atau resistensi, saya kira tidak ada masalah,” tegasnya.
Erwin juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan di Kota Bandung tetap harus mengikuti prosedur perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
“Siapa pun yang akan menggelar acara di Bandung wajib mengurus izin. Selama sesuai aturan, siapapun bisa mengadakan acara di Bandung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa kehidupan keberagamaan di Bandung selama ini berjalan harmonis. Meski warganya berasal dari beragam organisasi keagamaan, kerukunan tetap terjaga.
“Di Bandung, tidak ada masalah. Ada Syiah, NU, Muhammadiyah, LDI, dan lainnya, tapi semuanya akur. Selama ada izin, siapa pun dipersilakan datang,” katanya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






