KORAN MANDALA –Timnas Indonesia masih belum tampil dengan kekuatan terbaiknya. Pelatih kepala John Herdman mengakui dirinya belum memiliki kesempatan untuk menurunkan seluruh pemain potensial Skuad Garuda secara bersamaan.
Pengakuan tersebut disampaikan Herdman menjelang duel Indonesia kontra Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, Timnas Indonesia masih berada dalam proses membangun kekuatan, sehingga komposisi pemain terbaik belum sepenuhnya terbentuk.
“Kami berada dalam proses yang berkelanjutan. Kami bahkan belum menurunkan tim terbaik Indonesia secara penuh di lapangan,” ujar Herdman dalam sesi latihan di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (27/9/2026), dikutip dari Antara.
Herdman menyebut keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala. Pelatih asal Inggris itu belum memiliki cukup kesempatan untuk bekerja dalam waktu panjang dengan seluruh pemain yang menjadi bagian dari proyek Timnas Indonesia.
Ia mencontohkan Dean James yang baru menjalani satu pertandingan dan tiga sesi latihan bersama dirinya. Sementara Jay Idzes baru mengikuti dua pertandingan dan tiga sesi latihan.
Situasi tersebut membuat Herdman masih memiliki pekerjaan besar untuk menemukan kombinasi terbaik di tubuh Timnas Indonesia. Bahkan, sejumlah nama yang berpotensi menjadi bagian penting skuad belum mendapat kesempatan tampil.
“Kami belum melihat Miliano Jonathans, kami juga belum menampilkan Marselino,” kata Herdman.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya bisa diukur. Masih terdapat pemain yang belum dimainkan, sementara waktu bagi Herdman untuk membangun koneksi antarpemain juga relatif terbatas.
Herdman menilai proses tersebut akan terus berjalan hingga persiapan menuju Piala Asia. Setiap pemusatan latihan dan pertandingan menjadi kesempatan untuk menguji pemain sekaligus membangun pemahaman terhadap sistem permainan yang diinginkannya.
Di tengah proses tersebut, Herdman meminta suporter tetap memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Menurutnya, dukungan dari tribun dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Tim itu tampil paling baik saat kalian berada di belakang kami. Ketika kalian mendukung kami, kami berada dalam performa terbaik kami, sama seperti setiap manusia pada umumnya,” ujarnya.
Tantangan berikutnya datang dari Malaysia. Indonesia akan menghadapi Harimau Malaya pada Senin (28/9/2026) pukul 19.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan ini menjadi duel dua tim yang sama-sama mengantongi tiga poin. Indonesia sebelumnya menang 2-0 atas Singapura, sedangkan Malaysia mengawali turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh.
Dengan kondisi tersebut, pertandingan Indonesia melawan Malaysia bukan hanya soal mempertahankan posisi di Grup A. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi Herdman untuk menguji sejauh mana perkembangan tim yang masih dalam proses pembentukan.
Menariknya, Indonesia memiliki catatan positif dalam pertemuan terakhir melawan Malaysia. Pada Piala AFF 2021 di Singapura, Skuad Garuda menang telak 4-1.
Namun, situasi saat ini berbeda. Dengan komposisi yang menurut Herdman sendiri belum mencapai bentuk terbaik, Indonesia akan menghadapi Malaysia sekaligus menguji seberapa cepat proyek baru Skuad Garuda mampu berkembang di tengah persaingan kompetitif.
