KORANMANDALA.COM –Timnas Indonesia tampil dominan saat mengalahkan Timor Leste dengan skor 3-0. Namun, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah.
Statistik pertandingan menunjukkan skuad Garuda baru mampu memecah kebuntuan pada 16 menit terakhir pertandingan, meski sejak awal terus menguasai jalannya laga.
Berdasarkan data pertandingan, Indonesia menguasai 62 persen penguasaan bola, berbanding 38 persen milik Timor Leste.
Persib Resmi Datangkan Luka Menalo, Winger Eks Timnas Bosnia-Herzegovina Dikontrak Semusim
Dominasi tersebut juga tercermin dari jumlah peluang yang diciptakan. Tim Merah Putih melepaskan 19 tembakan, sementara Timor Leste hanya mampu mencatatkan empat percobaan sepanjang laga.
Dari total peluang itu, Indonesia membukukan sembilan tembakan tepat sasaran, sedangkan Timor Leste hanya sekali mengancam gawang. Statistik tersebut memperlihatkan betapa besarnya tekanan yang terus diberikan pasukan Garuda sepanjang pertandingan.
Meski demikian, rapatnya pertahanan Timor Leste membuat Indonesia harus menunggu hingga menit ke-74 untuk membuka keunggulan. Gol pertama dicetak Shayne Pattynama, yang kemudian membuka keran gol Garuda.
Momentum itu langsung dimanfaatkan Indonesia. Hanya empat menit berselang, Thom Haye menggandakan keunggulan pada menit ke-78 sebelum M. Baker memastikan kemenangan 3-0 lewat gol pada menit ke-81.
Pertandingan berubah drastis setelah Timor Leste harus bermain dengan 10 pemain. Bek J. Fowler menerima kartu merah langsung pada menit ke-21 sehingga timnya harus bertahan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit selama lebih dari 70 menit.
Meski unggul jumlah pemain sejak babak pertama, Indonesia baru mampu memaksimalkan dominasi pada penghujung laga. Hal itu menunjukkan disiplin bertahan Timor Leste sempat menyulitkan penyelesaian akhir para pemain Garuda.
Selain unggul dalam penguasaan bola dan peluang, Indonesia juga mendominasi situasi bola mati dengan mencatat enam tendangan sudut, tiga kali lebih banyak dibanding Timor Leste yang hanya memperoleh dua sepak pojok.
Dari sisi kedisiplinan, pertandingan berlangsung cukup keras. Indonesia melakukan 13 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning, sedangkan Timor Leste melakukan delapan pelanggaran, mengoleksi dua kartu kuning, serta satu kartu merah yang menjadi titik balik jalannya pertandingan.
Secara keseluruhan, statistik memperlihatkan Indonesia tampil jauh lebih superior. Dominasi penguasaan bola, jumlah tembakan, hingga peluang bersih akhirnya berbuah kemenangan meyakinkan 3-0.
Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan, efektivitas pada 20 menit terakhir menjadi pembeda yang memastikan Garuda menutup laga dengan tiga gol tanpa balas.
