ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Kebersamaan Persib Bandung dengan Federico Barba resmi berakhir seiring tuntasnya kompetisi Super League 2025/2026. Setelah menyelesaikan masa kontraknya, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama pada musim depan.
Perpisahan ini bukan sekadar berakhirnya hubungan profesional antara klub dan pemain. Di balik keputusan tersebut, tersimpan jejak pengabdian seorang bek tangguh yang turut menjadi bagian penting dalam salah satu era paling gemilang dalam sejarah Persib.
Meski hanya satu musim berseragam biru, Barba berhasil meninggalkan warisan yang sulit dilupakan. Bek asal Italia itu turut mengantarkan Persib mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah diraih klub lain di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Saddil Ramdani Optimistis Persib Bisa Bicara Banyak di ASEAN Club Championship 2026/2027
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan Barba selama membela Maung Bandung.
“Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama,” ujar Adhitia.
Barba bergabung dengan Persib pada awal musim 2025/2026 setelah mengakhiri kiprahnya bersama FC Sion, klub asal Swiss. Datang dengan segudang pengalaman dari kompetisi Eropa, pemain kelahiran Roma, 1 September 1993 itu tak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan menjelma menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Persib.
Sepanjang musim, pemilik nomor punggung 93 tersebut tampil konsisten dan menjadi sosok yang sulit tergantikan. Dalam 28 pertandingan Super League, Barba bukan hanya tampil solid dalam menjaga pertahanan, tetapi juga mampu menyumbangkan lima gol. Catatan yang terbilang istimewa untuk seorang pemain bertahan.
Tak hanya di kompetisi domestik, Barba juga tampil dalam tujuh laga AFC Champions League Two dan ikut mengawal perjuangan Persib di panggung Asia.
Namun, kontribusi Barba tidak hanya tercermin dari statistik. Kehadirannya membawa pengalaman, mentalitas juara, serta jiwa kepemimpinan yang memberikan pengaruh besar di ruang ganti. Di tengah musim yang penuh tekanan dan ekspektasi tinggi, sosoknya menjadi salah satu fondasi penting yang menjaga stabilitas tim hingga berhasil mencapai puncak.
Kini, perjalanan itu harus berakhir. Persib dan Barba memilih melangkah di jalan masing-masing. Namun, kebersamaan yang terjalin selama satu musim telah menghasilkan kisah yang akan selalu dikenang oleh klub maupun para Bobotoh.
“Kami mendoakan Federico Barba senantiasa diberikan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Persib dan turut menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang. Pintu Persib akan selalu terbuka untuk para pemain yang telah memberikan hati dan dedikasinya bagi klub ini,” kata Adhitia.
Kepergian Federico Barba memang menyisakan rasa kehilangan. Namun, namanya telah terukir dalam lembaran sejarah Persib sebagai salah satu pemain yang ikut membawa Maung Bandung meraih hattrick juara. Sebuah pencapaian yang akan terus dikenang oleh klub dan para pendukungnya.
Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah Persib. Jejak perjuanganmu akan tetap hidup dalam ingatan, bersama kisah kejayaan Maung Bandung yang berhasil menorehkan sejarah dengan tiga gelar juara beruntun.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





