KORANMANDALA.COM –Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, melontarkan peringatan keras jelang laga krusial menghadapi Persijap Jepara. Di tengah ramainya pembahasan soal konvoi juara di media sosial, Bojan justru terlihat geram dan meminta semua pihak menghentikan euforia yang dinilainya terlalu dini.
Menurut Bojan, pembicaraan mengenai pesta juara hingga konvoi saat kompetisi belum benar-benar selesai justru bisa menjadi “bumerang” bagi timnya. Ia menilai atmosfer seperti itu berpotensi membuat para pemain kehilangan fokus pada pertandingan yang jauh lebih penting.
“Sebelum saya bicara tentang pertandingan, saya ingin memberitahumu sesuatu. Saya melihat media sosial dan mendengar omong kosong. Media sedang membicarakan soal konvoi dan yang lainnya. Itu omong kosong,” tegas Bojan dengan nada tinggi saat sesi wawancara.
Julio Cesar Bongkar Peran Marc Klok dan Misi Wajib Menang Persib di Laga Final
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan, Persib belum memenangkan apa pun. Karena itu, seluruh elemen tim, termasuk suporter dan media, diminta untuk tidak terburu-buru membicarakan perayaan.
“Kami belum memenangkan apa pun. Kalau kalian tidak berhenti menunjukkan hal-hal seperti ini, pertama kalian akan memotivasi lawan. Kedua, pemain kami bisa kehilangan fokus,” katanya.
Bojan bahkan secara terang-terangan menyebut dirinya tidak peduli dengan urusan konvoi. Fokus utamanya saat ini hanya satu: memastikan Persib tampil maksimal pada laga berikutnya.
“Saya tidak peduli dengan konvoi. Saya hanya peduli pada pertandingan besok. Pemain harus siap 100 persen,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan Bojan mengeluarkan peringatan tersebut. Ia menilai Persijap bukan lawan sembarangan. Tim lawan dinilai memiliki potensi mengejutkan, bahkan pernah membuat Persib terluka pada pertemuan sebelumnya.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengingatkan, Persijap mampu menahan imbang Borneo FC Samarinda dan punya kualitas yang tak boleh diremehkan.
“Persijap adalah klub yang bagus. Mereka bisa menahan imbang Borneo, jadi mereka berbahaya. Mereka juga bisa mengalahkan kami di putaran pertama,” ungkapnya.
Karena itu, Bojan meminta skuad Maung Bandung menutup telinga dari segala pembahasan di luar lapangan dan sepenuhnya fokus pada misi meraih kemenangan.
“Kami harus fokus dan melupakan tentang konvoi,” tandasnya.
Pernyataan Bojan menjadi sinyal tegas bahwa ruang ganti Persib saat ini sedang dijaga ketat dari potensi distraksi. Di saat sebagian Bobotoh mulai membayangkan pesta, sang pelatih justru memilih membunyikan alarm bahaya: jangan sampai euforia datang terlalu cepat dan berujung petaka.
