KORANMANDALA.COM – Bek Persib Bandung, Julio Cesar, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya usai menjadi pahlawan kemenangan Maung Bandung saat menaklukkan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu, 17 Mei 2026 lalu.
Gol dramatis Julio Cesar di menit-menit akhir bukan hanya mengamankan tiga poin penting bagi Persib, tetapi juga membawa Maung Bandung berdiri kokoh di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Momen itu pun disebutnya sebagai salah satu pengalaman paling emosional sepanjang karier sepak bolanya.
“Perasaannya luar biasa di menit-menit terakhir, ketika saya mencetak gol bersama rekan-rekan. Ini momen yang bagus bagi kami. Semuanya tentu menangis saat menit terakhir. Saya tentu saja akan mengingat momen ini sepanjang hidup saya,” ujar Julio.
Laga Penentuan Takhta! Ramon Tanque Tegaskan Persib Wajib Menang Demi Sejarah Three-Peat
Di balik perjuangan mati-matian Persib di lapangan, Julio mengungkap ada sosok penting yang membakar semangat tim sebelum pertandingan dimulai, yakni sang kapten, Marc Klok.
Menurut Julio, Marc Klok memberikan team talk penuh emosi yang berhasil membakar motivasi seluruh pemain di ruang ganti.
Pidato tersebut semakin menyentuh karena didedikasikan untuk pelatih Persib, Bojan Hodak, yang harus absen akibat hukuman akumulasi kartu kuning sekaligus pulang ke Kroasia untuk menghadiri pemakaman ibundanya.
“Sebelum pertandingan, Marc memberikan kata-kata yang hebat. Semua orang seperti terbakar semangatnya. Kami juga berbicara tentang Bojan yang tidak bersama kami. Kami bermain untuk dia. Semua orang masuk ke pertandingan untuk memberikan seratus persen,” ungkapnya.
Kini, euforia kemenangan di Parepare mulai ditinggalkan. Fokus Persib langsung tertuju pada laga pamungkas kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026.
Bagi Julio, duel tersebut bukan sekadar pertandingan biasa. Selain menjadi laga penentu gelar juara, Persib juga membawa misi balas dendam setelah kalah dari Persijap pada pertemuan sebelumnya di Jepara.
“Sekarang ini adalah pertandingan terakhir. Kami kalah di sana (Jepara) dan kami harus menang di rumah kita sendiri,” tegas bek asal Brasil tersebut.
Meski atmosfer pesta juara mulai terasa di kalangan Bobotoh, Julio meminta seluruh tim tetap menjaga fokus dan tidak larut dalam euforia. Ia memahami tingginya harapan suporter, namun kemenangan harus diperjuangkan lebih dulu di atas lapangan.
“Saya tahu semua Bobotoh sekarang ingin menjadi juara, tapi kami harus fokus pada pertandingan. Kami harus melewati pertandingan ini. Kami harus konsentrasi sekarang untuk memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
