KORANMANDALA.COM –Persib Bandung semakin dekat dengan sejarah besar. Maung Bandung kini hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar pada pekan ke-33 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026).
Kemenangan ini membuat Persib berada di atas angin dalam perebutan gelar juara. Tim asuhan Bojan Hodak—yang pada laga ini absen mendampingi tim akibat hukuman—kokoh di puncak klasemen dengan raihan 78 poin, unggul dua angka atas pesaing terdekat, Borneo FC, yang hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara.
Dengan kondisi tersebut, satu kaki Persib kini sudah menginjak podium juara. Namun, kepastian trofi tetap harus ditentukan pada laga pamungkas saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026.
Tanpa Pilar Utama, Persib Bandung Siap Curi Poin Penuh Dikandang Makassar
Persib Menang Meski Tampil Pincang
Persib datang ke Parepare tidak dengan kekuatan penuh. Selain tanpa kehadiran pelatih kepala Bojan Hodak di pinggir lapangan, Maung Bandung juga kehilangan dua pemain penting, Federico Barba dan Luciano Guaycochea, yang absen karena akumulasi kartu kuning.
Meski demikian, mental juara Persib tetap terlihat. Mengenakan jersey ketiga berwarna kuning, Persib turun dengan komposisi starter: Teja Paku Alam di bawah mistar, lini belakang dihuni Eliano Reijnders, Julio Cesar, Kakang Rudianto, dan Patricio Matricardi. Di lini tengah, Adam Alis dipercaya menjadi kapten bersama Frans Putros, Thom Haye, Uilliam Barros Pereira, serta Berguinho menopang Ramon “Tanque” De Andrade Souza di lini depan.
Sejak menit awal, duel berlangsung keras. Baru tiga menit laga berjalan, Berguinho sempat terkapar setelah benturan dengan Dusan Lagator. Namun Persib tetap mampu menciptakan peluang lebih dulu lewat tendangan kaki kiri Adam Alis yang masih berhasil ditepis kiper PSM, Hilman Syah.
Thom Haye Buka Asa, Julio Cesar Jadi Pahlawan
Persib akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-33. Thom Haye menunjukkan kualitasnya dengan melepaskan tendangan kaki kiri akurat yang gagal diantisipasi Hilman Syah. Gol itu membuat Persib unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persib melakukan perubahan taktik. Marc Klok masuk menggantikan Kakang Rudianto, membuat Frans Putros bergeser ke lini pertahanan demi menjaga keseimbangan permainan.
Namun, keunggulan Persib tak bertahan lama. Pada menit ke-54, lini belakang Maung Bandung gagal mengantisipasi umpan silang Ananda Reihan yang disambut tandukan keras Yuran Fernandez. Bola bersarang ke gawang Teja Paku Alam dan mengubah skor menjadi 1-1.
Situasi sempat memanas pada menit ke-65 ketika Marc Klok terlibat gesekan dengan pelatih interim PSM, Ahmad Amiruddin. Wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjfaliev, langsung mengganjar kartu kuning kepada keduanya.
Persib terus menekan demi mengamankan kemenangan. Beckham Putra Nugraha dan Andre Jung yang masuk pada menit ke-66 langsung memberi energi baru. Peluang demi peluang tercipta, termasuk sundulan Jung pada menit ke-79 yang masih melebar dan peluang emas Adam Alis di menit ke-86 yang tipis di sisi kanan gawang.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Persib menunjukkan mental juara. Di masa injury time tepatnya menit 90+7, Thom Haye kembali menjadi aktor penting lewat sepak pojok matang yang disambut tandukan keras Julio Cesar. Gol dramatis itu membungkam publik tuan rumah sekaligus memastikan kemenangan 2-1 untuk Persib.
Satu Langkah Menuju “Three Peat”
Hasil di Parepare menjadi sinyal kuat bahwa Persib belum kehilangan dahaga juara. Mentalitas, kedalaman skuad, dan kemampuan bangkit di tengah tekanan kembali menjadi pembeda.
Kini, seluruh bobotoh tinggal menunggu satu pertandingan terakhir di GBLA. Jika mampu mengatasi Persijap Jepara, Persib tidak hanya mengunci gelar juara Liga 1 musim 2025/2026, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai tim dengan tiga gelar juara beruntun—sebuah pencapaian yang akan semakin mengukuhkan dominasi Maung Bandung di sepak bola nasional
