Sport

Dari Balik Mistar, Fitrah Maulana Bicara Jujur: Persib Dominan, Tapi Mandul Jadi Ancaman Nyata

KORANMANDALA.COM –Di tengah sorotan tajam atas kegagalan Persib Bandung meraih kemenangan di kandang, satu nama justru muncul dengan kepala tegak: Fitrah Maulana. Kiper muda yang dipercaya tampil saat menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026), menunjukkan ketenangan di tengah tekanan besar.

Laga yang berakhir 0-0 itu menyisakan lebih dari sekadar angka di papan skor. Bagi Persib, ini adalah alarm yang tak bisa lagi diabaikan—dominasi tanpa gol mulai menjadi pola yang berulang di momen krusial.

Namun di balik hasil tersebut, Fitrah memilih tetap berdiri di sisi optimisme. Penjaga gawang muda itu mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan pelatih, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus membuktikan diri.

ADVERTISEMENT

Spanduk “Shut Up KDM” Gegerkan GBLA saat Persib vs Arema FC, Sinyal Keras Bobotoh Tolak Politisasi

“Saya sangat senang dapat kesempatan bermain. Saat mendapat kepercayaan, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menjawab kepercayaan pelatih,” ujar Fitrah dalam konferensi pers usai pertandingan.

Ini menjadi penampilan keduanya bersama Persib setelah sebelumnya tampil menghadapi Borneo FC pada laga tunda pekan keempat, Desember 2025 lalu. Meski masih minim jam terbang, Fitrah tampil cukup tenang dan disiplin di bawah mistar.

Namun sorotan utama tetap tertuju pada lini depan Persib yang kembali gagal menuntaskan peluang. Fitrah pun tak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia mengakui timnya bekerja keras sepanjang laga, tetapi harus berhadapan dengan tembok pertahanan Arema yang sulit ditembus.

“Pertama, kami fokus meraih hasil terbaik. Banyak peluang yang didapat, namun pertahanan Arema memang kuat sehingga gol belum tercipta. Tapi peluang untuk tetap di posisi pertama masih ada dan kami harus terus fokus,” katanya.

Pernyataan Fitrah menjadi cerminan situasi Persib saat ini: secara permainan unggul, tapi belum cukup tajam untuk mengunci kemenangan. Dalam fase akhir kompetisi, kondisi seperti ini bukan sekadar catatan teknis—melainkan potensi batu sandungan dalam perburuan gelar.

Di satu sisi, kepercayaan terhadap pemain muda seperti Fitrah menjadi angin segar. Namun di sisi lain, pekerjaan rumah di lini serang belum juga terselesaikan.

Persib masih berada di puncak. Tapi jika ketajaman tak segera ditemukan, posisi itu bisa berubah menjadi ilusi. Dan di tengah tekanan tersebut, suara jujur dari balik mistar justru terdengar paling lantang.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

11 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

12 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

13 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

13 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

14 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

16 jam ago