KORAN MANDALA – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dinilai memiliki kemiripan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), terutama dalam pendekatan populis dengan menampilkan aktivitas kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.
Pengamat politik Universitas Pasundan (Unpas), Fahmy Iss Wahyudy, mengatakan gaya kepemimpinan populis mulai menjadi tren setelah era reformasi. Model tersebut kemudian semakin populer pada era Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi presiden.
”Saya kira kan gaya kepemimpinan yang populis begitu,kalau secara konseptual. Itu kan sebetulnya mulai menjadi tren pasca reformasi begitu ya dan menemukan titik klimaksnya misalnya ya saat Pak Jokowi semakin mempopulerkannya di era tahun 2010-an,” kata Fahmy Saat dihubungi Koran Mandala Minggu (27/9/2026)
Menurutnya, pola kepemimpinan semacam itu tidak hanya diterapkan Jokowi dan KDM. Sejumlah kepala daerah lain juga menggunakan pendekatan serupa, termasuk Ridwan Kamil yang saat itu mengembangkan populisme berbasis media sosial.
”Kalau kita misalnya menggunakan lensa yang lebih tajam begitu ya, sebetulnya kan yang menggunakan model populis ini banyak, termasuk Kang Ridwan Kamil misalnya saat itu ya dengan pendekatan populisme berbasis media sosial misalnya,” ujarnya.
Fahmy menjelaskan, perubahan karakter kepemimpinan tersebut tidak terlepas dari perubahan preferensi masyarakat setelah reformasi. Jika sebelumnya pemimpin cenderung dipandang bekerja di belakang meja dan memiliki jarak dengan masyarakat, kini pemimpin dituntut lebih terlihat hadir di tengah rakyat.
”Pasca reformasi muncul tren baru di mana pemimpin itu yang disukai rakyatnya itu adalah yang bekerja kelihatan bekerja langsung begitu, Teh, menyapa rakyat, turun ke lapangan, dan segala macam,” katanya.
Karena itu, Fahmy menilai kemiripan gaya kepemimpinan Jokowi dan KDM merupakan bagian dari tren politik yang lebih luas.
”Jadi saya kira ya itu menjadi tren dan barangkali itu dipraktikkan oleh Pak Jokowi dan KDM. Poinnya apa? Saya kira itu menjadi sebuah hal yang natural saja begitu ya” tuturnya.
Ia menyebut kemiripan tersebut menjadi menarik karena melibatkan dua figur yang memiliki posisi penting dalam politik Indonesia. Namun, menurutnya, pola serupa juga dapat ditemukan pada sejumlah pemimpin daerah lainnya, terlebih dengan semakin kuatnya penggunaan media sosial dalam komunikasi politik.
”Jadi kalau dibilang mirip, saya kira memang ada kemiripan, tapi banyak juga sebetulnya pemimpin daerah lain juga yang polanya sama. Apalagi kan sekarang hampir semuanya juga memaksimalkan potensi media sosial begitu ya,” ucap Fahmy

Persiden RI Joko Widodo (Jokowi)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.