ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menilai evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi langkah penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Hal itu disampaikan Radea menyusul masih adanya catatan terhadap kinerja ASN di lapangan. Ia menilai, sebagian ASN masih bekerja pada standar minimum, minim inovasi, dan belum optimal dalam memberikan pelayanan publik.
“ASN yang sudah mendapatkan gaji dan tunjangan relatif besar harus menunjukkan kinerja optimal, profesionalisme, dan integritas sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik,” ujarnya di Bandung, Kamis, 26 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
PKL “Kuasai” Trotoar di Bandung Timur, Perda Jalan di Tempat, Pengawasan Dipertanyakan
Radea juga menyoroti kesenjangan kesejahteraan antara ASN dengan tenaga non-ASN seperti petugas kebersihan, pemilah sampah, hingga guru honorer. Ia menyebut, masih ada tenaga kerja yang menerima penghasilan sekitar Rp1,25 juta per bulan, bahkan guru honorer hanya ratusan ribu rupiah, meski memiliki beban kerja penting dalam pelayanan publik.
Menurutnya, perbedaan tersebut harus menjadi perhatian pemerintah agar prinsip keadilan dan proporsionalitas tetap terjaga, sejalan dengan kinerja dan kontribusi masing-masing.
Selain itu, Radea menyinggung isu lelang jabatan yang dinilai perlu dievaluasi agar tidak mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi. Ia mendorong agar DPRD, khususnya Komisi I, dilibatkan dalam proses tersebut guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Di sisi lain, ia juga mengkritisi kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pola kerja tersebut berpotensi menurunkan kualitas pelayanan jika tidak disertai pengawasan ketat dan indikator kinerja yang jelas.
“Kami berharap kebijakan serupa tidak diterapkan di Kota Bandung dan ASN tetap mengedepankan kehadiran untuk pelayanan publik,” katanya.
Meski demikian, Radea mengakui masih banyak ASN yang menunjukkan kinerja baik dan inovatif. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi contoh untuk mendorong budaya kerja yang lebih produktif.
Ia menambahkan, momentum Idulfitri dapat menjadi refleksi bagi ASN untuk meningkatkan kinerja, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






