ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Djadjang Nurdjaman sebagai Direktur Teknik setelah kontraknya berakhir menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/27.
Berakhirnya masa bakti sosok yang akrab disapa Kang Djanur itu sekaligus menutup satu babak pengabdiannya yang telah berlangsung selama puluhan tahun bersama Maung Bandung.
Manajemen persib menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Kang Djanur, terutama dalam memperkuat fondasi pembinaan pemain muda serta pengembangan sistem youth development selama menjabat Direktur Teknik.
ADVERTISEMENT
FIFA Cabut Registration Ban, Persib Akhiri Polemik dan Kini Bebas Daftarkan Pemain
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan kehadiran Kang Djanur memberikan peran penting dalam upaya klub meningkatkan standar profesionalisme, khususnya di sektor pembinaan usia muda.
“Dalam setahun terakhir, persib sangat terbantu dengan kehadiran Kang Djanur sebagai Direktur Teknik. Di tengah komitmen kami untuk terus meningkatkan standar klub di berbagai aspek, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini, pengalaman dan pemahaman beliau terhadap identitas persib memberikan kontribusi yang sangat berarti. Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” ujar Adhitia.
Kepergian Kang Djanur dari kursi Direktur Teknik bukan sekadar berakhirnya kontrak kerja, tetapi juga menandai berakhirnya satu fase panjang pengabdian salah satu legenda terbesar dalam sejarah persib.
Nama Djadjang Nurdjaman telah melekat kuat dalam perjalanan klub lintas generasi. Saat masih menjadi pemain, ia turut mengantarkan Maung Bandung meraih gelar Kompetisi Perserikatan 1986 dan 1989/1990. Kiprahnya berlanjut sebagai asisten pelatih Indra M. Tohir yang membawa persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95.
Puncak prestasinya hadir ketika dipercaya menjadi pelatih kepala. Di bawah kepemimpinannya, persib mengakhiri puasa gelar hampir dua dekade dengan menjuarai Liga Super Indonesia 2014, lalu melengkapinya dengan trofi Piala Presiden 2015.
Prestasi tersebut menjadikan Kang Djanur sebagai sosok kedua dalam sejarah klub yang mampu mempersembahkan gelar juara sebagai pemain sekaligus pelatih, mengikuti jejak Ade Dana.
Kontribusinya tidak berhenti di pinggir lapangan. Saat kembali dipercaya sebagai Direktur Teknik, Kang Djanur turut membangun fondasi pembinaan pemain muda yang menjadi bagian dari perjalanan persib meraih gelar Liga 1 2024/25 dan Super League 2025/26.
Bagi manajemen, Kang Djanur bukan hanya legenda yang sarat prestasi, tetapi juga simbol loyalitas dan kecintaan terhadap klub yang telah dibelanya selama puluhan tahun.
“Kang Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar persib. Kami mendoakan beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian berikutnya. Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga,” tutup Adhitia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





