KORANMANDALA.COM –Konflik berskala besar antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel memasuki hari kelima pada Rabu (4/3/2026). Dalam eskalasi terbaru, militer Iran mengklaim telah meluncurkan lebih dari 40 rudal ke arah target-target yang terkait dengan pasukan AS dan militer Israel sebagai respons terhadap serangan gabungan yang dilancarkan sebelumnya.
Pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa gelombang serangan rudal ini merupakan bagian dari operasi yang terus berlanjut terhadap posisi-posisi militer AS dan Israel di kawasan Timur Tengah, meskipun rincian target dan dampaknya belum diungkap secara lengkap.
Perang ini bermula pada Sabtu (28/2/2026), saat militer Israel dan AS melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah target di wilayah Iran.
Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar untuk THR PPPK Paruh Waktu, Pencairan Tunggu PP
Serangan itu menewaskan tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian diumumkan oleh otoritas AS dan dikonfirmasi media Iran.
Sejak saat itu, serangkaian aksi militer saling balas dilancarkan oleh kedua kubu. Iran telah menargetkan lokasi-lokasi militer Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk, termasuk di kawasan Samudra Hindia di mana kapal perang AS dilaporkan terkena serangan.
Konflik berdampak luas, termasuk meningkatnya jumlah korban jiwa di Iran akibat gelombang serangan gabungan AS–Israel, sementara Iran memperluas respons balasannya. Selain itu, eskalasi ini turut memicu kekhawatiran internasional atas stabilitas regional, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak global.
Belum ada pernyataan komprehensif dari pemerintah Israel atau militer AS terkait serangan rudal terbaru dari Iran tersebut, termasuk soal lokasi yang disasar dan jumlah korban atau kerusakan materiil. Pemerintah di negara-negara Teluk juga sedang memantau dampak dari perang yang makin meluas ini, sementara harga minyak global terus mengalami tekanan akibat ketidakpastian pasokan.
