KORANMANDALA.COM – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pagi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. Almarhum wafat dalam usia 90 tahun setelah menjalani perawatan medis.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi. Ia menyebut Try Sutrisno sebagai tokoh militer dan negarawan yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara.
“Kita semua tentu berduka atas wafatnya beliau. Almarhum telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Jakarta.
Zakat Fitrah Kota Bandung setara 2,5 Kg Beras, Ini Besaran dan Dalil Kewajibannya
Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 1993–1998, mendampingi Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sebelum menduduki jabatan wakil presiden, ia dikenal sebagai perwira tinggi TNI dengan sejumlah posisi strategis di tubuh militer.
Menurut Prasetyo, pemerintah akan memberikan penghormatan terakhir sesuai dengan ketentuan kenegaraan. Proses pemulasaraan dilakukan di RSPAD sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
“Kementerian Sekretariat Negara telah berkoordinasi dengan RSPAD dan Garnisun Tetap I/Jakarta untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, termasuk rencana pemakaman yang akan dilaksanakan secara militer,” kata Prasetyo.
Di luar jabatannya sebagai wapres, dalam beberapa tahun terakhir Try Sutrisno masih tercatat aktif dalam kegiatan kebangsaan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk periode 2022–2027 serta rutin menghadiri sejumlah agenda kenegaraan.
Pemerintah mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar seluruh amal ibadahnya diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kepergian Try Sutrisno menambah daftar tokoh nasional era Orde Baru yang berpulang, sekaligus menandai berakhirnya satu generasi kepemimpinan yang mewarnai perjalanan politik Indonesia pada dekade 1990-an.
