KoranMandala.com – Tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo memasuki hari keempat evakuasi. Tim SAR terus berjibaku menyelamatkan korban di tengah masa krusial yang dikenal sebagai “Golden Time”.
Hingga Jumat sore, tercatat 113 korban telah ditemukan. Rinciannya, 103 korban selamat dan 10 meninggal dunia.
Namun, menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat 59 korban yang belum ditemukan dan diduga tertimbun di bawah reruntuhan.
Tragedi Musala Ponpes Sidoarjo, Korban Bertambah Evakuasi Masih Berlangsung
Golden Time, atau waktu emas, merujuk pada periode 72 jam pertama pasca-bencana. Dalam rentang waktu ini, peluang korban untuk bertahan hidup masih tinggi, sehingga tim SAR memaksimalkan pencarian tanpa menggunakan alat berat.
“Golden Time adalah masa paling vital. Kami menghindari penggunaan alat berat agar tidak membahayakan korban yang mungkin masih hidup di bawah puing,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.
Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh ahli bedah militer Amerika Serikat, R. Adam Cowley, pada 1980-an. Dalam konteks medis, Golden Time juga dikenal sebagai Golden Hour, yaitu waktu kritis setelah seseorang mengalami trauma berat.
Evakuasi di Ponpes Al Khoziny masih berlangsung dengan fokus utama menyelamatkan korban hidup. Setelah melewati batas 72 jam, operasi biasanya beralih dari penyelamatan (rescue) menjadi pemulihan jenazah (recovery).
Jika merujuk pada 72 jam setelah kejadian, Golden time pada tragedi pondok Al Khoziny Sidoarjo adalah kemarin, hari kamis 2/10/2025 pukul 15.00 Sore. ***
