Koran Mandala – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, masyarakat adat di Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong, Kota Bandung, menggelar tradisi sakral Suraan atau Muharaman. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pelestarian budaya Sunda sekaligus momentum spiritual untuk memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa.
Acara digelar pada Minggu, 6 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1446 H/Sura 1958 Saka, di lapangan Kabuyutan, Jalan Gegerkalong Girang RT 03/RW 01, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 15.30 hingga 21.00 WIB.
Apa itu Puasa 1 Muharram 1445 H? Simak Penjelasan, Tata Cara, dan Keutamaannya
Dalam agenda acara, masyarakat melaksanakan ziarah ke makam para leluhur serta menggelar munajat dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Ribuan warga, tokoh adat, serta pemerhati budaya dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bentuk pengingat akan akar budaya kita sebagai bangsa yang beradab dan beragama. Doa dan kebersamaan ini adalah bagian dari menjaga harmoni antara alam, leluhur, dan sesama,” ujar Abah Yusuf, tokoh Kabuyutan Gegerkalong yang menjadi penggagas kegiatan.
Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, serta semangat gotong royong. Dalam pelaksanaannya, panitia juga mengimbau peserta untuk tidak menyalakan petasan dan menjaga ketertiban umum selama acara berlangsung.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Kabuyutan Gegerkalong bukan hanya tempat spiritual, tetapi juga simpul penting pelestarian warisan budaya Sunda yang terhubung erat dengan nilai-nilai Islam Nusantara
