Oleh: Widi Garibaldi
Sebagai seorang pengusaha, profit tentu saja menjadi tujuan utamanya. Untuk memperoleh profit sebesar-besarnya, ia merambah usaha di bidang real estate. Fokus membangun property mewah di Manhattan. Tak hanya di daerah elit itu saja. Perusahaan real estate nya segera melakukan ekspansi global. Menggandeng Hary Tanoesoedibyo, pengusaha Indonesia, ia membangun property mewah di Lido,kawasan Sukabumi. Mulai dari perumahan mewah, hotel.kondominium hingga lapangan golf 18 hole berstandar internasional di area seluas 350 hektar. Pemandangannya sungguh aduhai karena hunian mewah ini menghadap gunung Salak serta gunung Gede dan gunung Pangrango. Selain di Lido Sukabumi, masih menggandeng MNC group milik Hary Tanoe, ia juga memiliki resorts seluas 102 hektar di Tanah Lot, Bali. Terdiri dari 144 hunian ultra mewah dilengkapi golf club dan hotel super mewah. Bukan bintang 5 tapi bintang 6. Siapa lagi dia, kalau bukan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang kini sedang mengacak acak Iran itu ?
Memang, sebelum menjadi Presiden negara ady kuasa, Donald Trump dikenal sebagai pengusaha yang piawai. Ia tidak hanya bergerak di bidang property tetapi juga dikenal sebagai tokoh televisi hingga pemilik kontes kecantikan. Lelaki gaek itu sibuk dalam pemilihan dara-dara cantik se-jagad. Mulai pemilihan Miss Universe, Miss USA hingga Miss Teen USA. Tetapi, sebagai seorang business-man, ia pernah juga terjerembab. Perusahaannya, yang berkerak di bidang perjudian, yakni kasino ternyata bangkrut.
Mr. President
Walau tak punya pengalaman di bidang politik sebelum pemilihan Presiden, ternyata Donald Trump sukses dalam pemilihan Presiden AS untuk periode 2017-2021. Jadilah ia sebagai Presiden AS yang ke-45, kendati belum pernah menduduki jabatan politik apapun sebelumnya. Donald Trump yang dilahirkan di New York tanggal 14 Juni 1946 itu kemudian terpilih lagi untuk kedua kalinya. sehingga menjadi Presiden AS yang ke 47, yang akan digenggamnya hingga tahun 2029 nanti.
Berbekal semboyan “Make America Great Again” (MAGA), mantan Pengusaha yang menjadi Presiden AS itu mulai menunjukkan jati dirinya. Antara lain, ia mulai menerapkan kebijakan ekonomi yang proteksionis, dengan cara memberlakukan tarif-tarif impor yang tinggi dalam rangka melindungi industri dalam negeri AS dan mengurangi defisit perdagangan. Invasi bersama Israel yang dilakukannya ke Iran akhir bulan yang lalu tentu saja untuk membuktikan “kehebatan” negara Paman Sam itu. Negara Islam Iran dihujani nya dengan aneka rudal.Kapal-kapal induknya sarat dengan pesawat tempur menggempur negara yang tak sudi dijadikannya sebagai boneka. Donald Trump tak pernah risau dengan hukum internasional yang diinjak injaknya. Baginya, segala cara halal, demi kehebatan Amerika. Tak terkecuali, dengan keberadaan “Board of Peace” organisasi perdamaian yang baru dibentuknya. Organisasi yang beranggotakan sejumlah negara Islam termasuk Indonesia. Baginya, “esok dhele sore tempe” memang benar adanya. Ketika mencetuskan “Board of Peace” ia mengumandangkan perdamaian tetapi pada kesempatan lainnya ia mengobarkan peperangan dengan mengacak acak perdamaian di Timur Tengah. Itulah Donald Trump, Presiden AS yang penuh dengan tipu daya.
Malangnya, Indonesia terbukti menjadi salah satu korbannya ***
